Rabu, 19 Februari 2014

Fajar yg keren itu...

Surat dunia...

Sebenarnya bingung saat membaca notes dalam capture fotonya #pengakuan
Tapi pada akhirnya, romantis juga maknanya.
Terima kasih atas pertemuan dengan foto itu, semakin mengerti hadirnya kekasih hati yg sebenarnya.

Untuk fajar dan kisah seruan ibadah subuh. Ibadah yg sangat Allah ringankan rakaatnya. Cukup 2 rakaat untuk ditegakkan. Tapi memang subhanallah tantanganya luar biasa. Dua saja masih membuat kita terbebani apalagi 100 rakaat. Mungkin sudah banyak yg meninggalkan. Astagfirullah jauhkan kami dari hal yg seperti itu.
Fajar, sungguh bahagia saat bisa menikmati bersama. Terbangun dari lelapnya tidur dan segerakan menyudahi mimpi. Mengais air wudhu, membasuh wajah dan terasa sensasinya hingga ke hati. Lalu beriringan menyiapkan alat shalat kemudian menggelar dua sajadah. Yaa dua. Satu untuk pak imam dan yg satu untuk bu makmum. Subhanallah...  edisi fajar yg satu ini pastilah impian bagi semua perempuan. Menjalankan ibadah bersama sampai menyandarkan doa doa yg sama. Hingga ujung kerlingan mata berair, meminta kebaikan dunia dan akhirat. Satu hal yg membuat perempuan makin semangat menginginkannya yaitu mencium punggung suaminya untuk mengawali hari yang indah. Lalu perlahan matahari menaik di langit. Dan pagi, datang menyambut kita berdua.

"Wahai Allah pemilik waktu, semoga kelak imamku adalah beliau yg terus mengajakku berjamaah bersamanya dalam shalat sampai aku tidak bisa berjamaah lagi (read : meninggal dunia) "

Seraya perempuan seantero dunia : aammiin....

:D

Jadi teringat seseorang

Surat dunia

Blog ini sengaja aku tulis khusus karena aku sudah lama mengenalnya.

Untuk view menara yg aku temukan fotonya di akun pribadi, ini mengajakku untuk teringat akan seseorang.

Assalamu'alaikum wahai pengusaha muda?

Ya sudah pantas kau aku sebut pengusaha muda. Sudah banyak karya hebat yang kau berikan untuk orang banyak. Bukan hanya materi yg kau persembahkan tapi dukungan dan kepercayaanmu yg kuat untuk bisa hidup bermanfaat untuk orang lain. Kau tumbuh menjadi pribadi yang membanggakan kedua orang tuamu. Menjadi pribadi yang hangat dan penuh keramah tamahan kepada siapa saja. Sudah banyak manusia yg bangga pada dirimu. Kau harus mengakui itu. Mungkin yang kau lakukan adalah yg kau bisa lakukan tapi bagi mereka kau sudah lakukan hal yg luar biasa.

Waktu sore itu, aku ingat yg kau katakan : "Alhamdulillah dapat satu saudara lagi," kenapa aku suka saat kau ucapkan itu? Karena kau hargai setiap pertemuan. Kau menghargai setiap orang yg kau kenal dan ada di hadapanmu.

Waktu sore itu juga, kau cerita banyak hal tentang BAHAGIA. "Bahagia itu sederhana, saat aku bisa berkumpul dengan keluarga." Yaa kau sangat sayang kedua orang tuamu. Kau bawa mereka di setiap langkah hidupmu. Kau bawa keridhoan mereka berjalan bersamamu. 

Malam itu, kau cerita lagi tentang sosok yg teramat sangat kau banggakan. Ibu dan ayah. Bahkan sudah kau rancang sebuah mimpi besar bersama mereka. Seperti yang aku katakan sebelumnya, kau ingin membawa mereka bersama kesuksesanmu. Aammiinn... aku berdoa untuk kebersamaanmu dengan kedua orang tuamu.

Kau selalu tunjukan energi positif dalam dirimu. Prasangka baik yg selalu kau katakan padaku dalam menghadapi yg buruk sekalipun membuatku juga ikut dalam aliran yg sama. Mempositifkan keadaan dan tidak hanya terdiam.

Kau selalu tunjukan ceria dan kesantaian dalam menghadapi  kesulitan sekalipun. Dan mungkin itulah hal yg membuat orang lain ingin bersahabat denganmu.

Pengusaha muda, tidak masalah kan dengan panggilanku itu? ini doa yg sedang bertahap terkabul. 

Coba kita perhatikan menara itu. Tinggi, kuat, kokoh dan lurus, dan menunjuk langit.

Aku suka saat kau selalu mengandaikan suatu hal untuk menyampaikan maksudnya. Seperti permainan  berandai - andai kita. Seperti filsuf muda saja :D

"Menara itu aku ibaratkan satu mimpi besarmu. Kau bangun itu dari dasar tanah hingga menancap dalam pondasi yg kuat."

Kau perjelas, perhitungkan, dan    kuatkan niat mimpi itu hingga ke dasar.

"Mimpi yg tersusun dari kotak batu bata yg banyak dan teratur"

Bata itu kepercayaan. Kepercayaan yg walau sedikit demi sedikit lalu kau susun hingga mampu menjulang tinggi

"Menara yg kuat dan kokoh"

Kau fokus pada kekuatanmu dan kekuatan mimpimu

"Menara itu menunjuk langit"

Inilah bukti dari mimpi besarmu. Bahwa manusia yg diciptakan dengan bentuk yg sebaik baiknya bisa luar biasa kemampuannya. Dan mimpi yg bisa menyentuh hingga langit, mimpi boleh saja tinggi bahkan kalau bisa menembus arsyi Allah. Maksudku bukan untuk sombong atau melawan Allah tapi untuk bisa mendulang keberkahan dari Allah.

"Semoga setiap kau lihat menara ini kau semakin yakin bahwa kau dan mimpimu itu luar biasa. Biarlah kau jalankan setitik demi setitik toh tetesan air yg jatuh ke atas batu dapat melapukkan batu itu juga. Semoga titik usaha bisa melapukkan kegagalan. Ammiin"

Salam pengusaha sukses

Eka Nurwati-



Selasa, 18 Februari 2014

Ini milik-Mu

Surat untuk Allah...

Semua yang aku miliki...

Baik yg terlihat...

Baik itu yg tersembunyi jauh dariku...

Itu milik-Mu,

Bahkan ketakutan ini juga....

Akulah sang peminta yg paling sering. Aku minta semua hal yg aku butuhkan. Aku minta semua hal yg aku inginkan. Satu persatu terucap tak jeda untuk-Mu. Akulah sang peminta yg tak kenal waktu. Tiap saat aku berharap apa yg aku ajukan pada-Mu kelak akan jadi kenyataan. Akulah sang peminta yang banyak. Yang tak puas dengan kecukupan dan masih berharap bisa diberikan lebih melimpah ruah dari bumi dan seisinya.

Akulah peminta yg paling ulung. Paling rajin menyodorkan daftar permohonanku pada-Mu. Akulah peminta yg paling pasrah... kepasrahanku yg sadar bahwa sungguh aku benar benar peminta yg paling lemah.

Untunglah Kau pemberi yg paling senang untuk diminta. Beruntungnya aku bahwa Kau pemberi yg paling dermawan. Yang paling tepat waktu dan yang paling dipercaya olehku.

Semua yg aku miliki.... Kaulah maha pemberinya. Apa yg terlihat dalam lensa mata bahkan apa yg hanya bisa terasa oleh hati, sungguh itu pemberiaanMu.

Saat aku bisa dapatkan yg aku inginkan aku tersenyum bangga karenanya. Saat semua kebutuhanku terpenuhi, aku lega karenanya. Saat hidupku penuh kemudahan jalannya aku jaya karenanya. Karena semuanyaa mampu aku genggam erat. Tapi.... sadar.... sadar.... bahwa ketakutan itu kian mengintai saat aku miliki semua yg ingin aku miliki.

Kehilangan.... satu kata yg terdengar buatku ingin selalu menjaga sebisaku apa yg telah aku dapatkan.

Ketakutan akan kehilangan, karena yg hilang tentu akan pergi dari hidup kita. Ya Rabb.... apa jadinya kehilangan datang padaku? Kala semua yg Kau berikan dulu, lalu pergi, hilang dan tiada. Siapkah kita melepas hal yg nikmat? Siapkah kita melepas kebahagiaan memiliki suatu hal? Siapkah ada yg hilang entah itu nyata atau tidak dari hidup kita? 

Aku mendengar bisikan dalam hati. Saat bulir air mata kerelaan dan kepasrahan mengalir.

"Semua yg kau miliki dari-Nya"

Iyaaa aku paham semua adalah dari-Nya untukku. Tapi... 

"Dia yg memberi dan pemilik sejati"

Iyaa aku paham Dia maha pemilik dan pemberi. Tapi....

"Seharusnya hilanglah khawatir karena kau tak miliki apa-apa"

Yaa...Kau benar, seharusnya aku tak perlu menggila dalam memiliki suatu hal atau bahkan ketakutan kehilangan itu. Karena Kau yg punya. Kau yg berhak. Kau yg kelola. Tapi tahukah Kau kenapa aku takut? 

Aku takut menyadari kelemahanku. Saat aku memiliki atas pemberian-Mu sangatlah bahagia tapi saat Kau tarik itu dariku, aku sangat lemah. Aku akan terus meminta Kau beri lagi beri lagi beri lagi tapi...  inilah ketakutanku, aku belum seutuhnya bisa memiliki apa yg ingin aku miliki hingga Kau ambil itu. Yaa aku tahu Kau akan menggantinya dengan yg lebih baik. Dan Kau akan menggantinya dengan yg lebih baik. Tegas janji-Mu. Wahai maha yg selalu menitipkan kepercayaan padaku,

Jagalah hati ini dari bolak-baliknya prasangka. Jagalah hati ini dari ketidakterimaan, jagalah hati ini dari ketidaksyukuran, jagalah hati ini dari segala macam takut, kehilangan dan kerapuhan. Tetapkanlah hatiku di tempat yg tepat. Aammiin...

Musnah ragu, datanglah pasti

Surat dunia.

Bbku berbunyi. Satu pesan diterima. Aku baca nama kontaknya. Sepupuku. Malam itu edisi cerita hikayat dimulai. Maksudku edisi curhat.

"Gimana rasanya saat mantan kamu menjanjikan akan kembali lagi asal kamu belajar menjadi lebih baik tapi setelah ditunggu dia ga peduli dan cuek lagi ke kamu?" Bb darinya.

Aku tersenyum dan jemari ini langsung membalasnya. Aku ragu untuk berfikir teoritis untuk berasa paling bijak dan berlaku paling tau banyak tentang hukum mantan di dunia ini. Hmm aku hanya jawab seperti ini ;

"Sayang..... mau nunggu sampai kapan lagi? Sampai kamu sudah mati digantungin. Ingetloh.... lebih baik itu bukan dengan cara meninggalkan. Manusia itu belum tentu bisa dipegang janjinya. Bisa ingkar dan parahnya lupa."

Lalu sepupuku bertanya lagi, "kalau dia telp dan tanya kabarku gimana?"

Aku jawab sederhana, "bilang aja kamu baik-baik sebelum dan sesudah kamu janji."

Sepupuku membalas, "tapi ga bisa cuek sama dia kak,"

Yes.... i know. Jawabanku teoritis banget. Tapi benarkah janji akan ditepati? Aku tahu rasa sayang manusia ke manusia lain kadang melebihi dari rasa sayangnya sama penciptanya.  tapi tetap saja sayang itu masih setitik tinta dihadapan Allah. Lalu apakah dengan datang lalu pergi yg sengaja dengan alasan agar belajar lebih baik perlu dipercayai? Haduh.... itu urusan rumit buat si pembuar janji deh. Tanggung jawab dia buat jadi orang sejati yg udah keren banget berjanji.

Ukhti....warna putih dalam ruangan gelap masih terpancar biasnya daripada warna gelap dalam ruangan gelap. Disini sebagai perempuan yg sama sama belajar harus bisa jeli mana yg jelas mana yg gelap. Inget loh.... hati hanya satu. Kalau dikasih ketidakjelasan terus nanti milik siapa ya? Kan enak yaa kalau pemilik hati yg jelas namanya, jelas agamanya, jelas statusnya hubungannya sampai kematian, jelas keluarganya, jelas ucapan akadnnya dan pokoknya serba jelas kalau dijalani berdua bersama. 

Ukhti itu cantik loh. Jadi cukup duduk manis aja yaa sambil sayang sama Allah, keluarga dan semua org yg sayang ukhti. Kalau buat yg tertentu, itu lagi on the way. Hidup kejelasan !! Hahaha

3 kata terindah

Surat dunia....

3 kata itu memang indah. Artinya pun sangatlah indah. I love you, aku cinta kamu....
Inilah hebatnya sebuah kata yg terucap. Karena setiap kata itu rasa. Dan 3 kata itu juga menyirat sejuta rasa paling membahagiakan bagi yg mampu memilikinya.
Yaa... yang mampu memilikinya. Maksudku memiliki seutuhnya. Tidak sampai 3 detik kata itu terdengar tapi sangat lama untuk bisa benar-benar membuktikannya. Inilah yg kukatakan memiliki seutuhnya. Jika 3 kata ini mampu kita persembahkan pada orang yg tepat maka sangatlah mahal dan berharganya. Dan 3 kata ini menjadi janji yg akan bahkan harus ditepati setiap saat. Yaaa seperti yg ku bilang tadi, kata ini harus untuk orang yg tepat. Ingatlah saat 3 kata ini menjadi kesungguhan yg benar adanya sama di hatimu tentu inilah 3 kata yg luar biasa jujur apa adanya. Maka berbahagialah saat 3 kata itu mampu dimiliki, diberikan dan dibuktikan setiap saat. Dan 3 kata yg menjadi keyakinanmu untuk memilihnya selamanya, untuk menyayanginya selamanya dan untuk berbagi hidup selamanya. Sungguh.... 3 kata yg buatmu jadi seorang yg lebih baik dan lebih baik lagi.
"Tentu 3 kata itu tidak mungkin hadir jika Allah tidak meyakinkanmu untuk mengatakannya pada orang yg Allah juga yakin akan memberikan 3 kata yg sama maknanya saat kau juga memaknai "i love you" "

Aku bisa hidup dimanapun

Surat dunia....

Seraya alam menyiapkan kisahnya dalam balutan sore yg menyenangkan.
Setangkai daun menari diterpa angin lalu bergelayut terbawa suasana sore.
Kali ini aku kisahkan singkong dan keberhasilannya.

Singkong.... aku suka mendengar nama itu. Karena dulu ketika ku kecil daunnya menemaniku bermain. Teringat masa belasan tahun yg lalu, saat aku berandai andai mempunyai kalung emas sungguhan lalu tangkai daun singkonglah yang jadi penggantinya. Tangkai yg bisa dirangkai jadi kalung masa kanak kanakku yg menyenangkan bersama teman lainnya. Lalu 5 jari daunnya yg bisa digunakan untuk bermain kipas kipasan sekaligus mahkota untuk kepala. Sungguh masa dimana sederhana dan alam menjadi satu. Singkong... nama yg kerap ku dengar dan mengingatkan aku pada satu masa yg lalu. Malam itu. Almarhum nenekku tengah duduk di teras rumah menikmati malam yg sepi. Aku datangi beliau dan duduk dipangkuannya, "malam seperti ini enaknya makan apa ya nek?"
Nenek tersenyum lalu berkata,"mintalah kakekmu bakar singkong. Itu nikmat sekali rasanya."
Memang benar adanya. Singkong bakar. Nikmat. Dan kenangan itu yg membuatku semakin rindu. Rindu nenek yg suka sekali dengan singkong. Dan kakek juga yg lebih memilih merebus singkong di hari raya ketibang nikmati nastar yg lezat. Singkong.... lengkap sudah semua hal yg buatku rindu, dan satu hal yg aku ingat tentangmu, sebuah pelajaran yg berharga. Sore itu, seorang wanita paruh baya berkata padaku tentangmu...
"Hiduplah seperti singkong, dimanapun dia ditancapkan, walau kritis sekalipun tetap hidup dan menghidupkan orang banyak"
Aku tertegun meresapi setiap kata yg kudengar. Haruslah seperti itu. Saat kita berada dalam keadaan apapun masih bisa hidup bahkan bertahan untuk hidup bahkan kalau bisa memberi kehidupan bagi yang lain. Sungguh... sempurna semua kebesaran Allah. Dialah maha penyampai firman yg paling mengena dan mendalam dalam hati. Subhanallah....

Jumat, 14 Februari 2014

Apa kabar bidadari surga?

Surat dunia....

Apa kabar pemilik cinta Rabbku?

Dalam jiwa yg masih setia berdiri dan melangkah pasti di bumi ini dengan hati-hati. Kehati-hatian yg membenteng untuk tetap bersandar dalam pundak yg tepat. Bukan pundak seorang lelaki arab, bukan pula pundak seorang pria kaya tapi dalam sandaran perlindungan Rabbku padamu. Wahai pemilik kerlingan mata yg selalu terjaga. Yg bola matanya hanya tertuju pada firman Rabbku yg tersebar meruah di bumi. Yg kedipan matanya mengibas kesesatan penglihatan untuk segera dihindari dan dipalingkan. Wahai pemilik bulir air mata yg mengalir di ujung sajadah panjang. Yg semakin jatuh ke permukaan saat sujudmu di tengah malam. Bulir yg kian berharga saat meminta kebaikan Rabbku untuk keselamatan dan kebahagiaan orang yang engkau sayangi. Ujung jari yg meminta belas nikmat dan berkah yg tak pernah tuntas terucap sebagai doa sehabis shalat. Wahai pemilik nafas yg tenang berhembus. Yg hembusannya semakin bermakna karena kau gunakan hidupmu untuk menolong dan menolong orang yang membutuhkanmu. Yang setiap nafas kau berikan untuk memberi kesederhanaan yg kau mampu berikan. Wahai pemilik aliran darah yg semakin mengalir cepat. Saat kau gunakan hidupmu untuk menggelisahkan dan memikirkan nasib orang yg kesulitan dan butuh bantuanmu. Engkau cukupkan waktu dan tenagamu dalam kebaikan. Wahai pemilik senyum yg tak pernah bertopeng. Senyum yg kau lengkungkan sebagai bahasa syukurmu atas kenikmatan yg hadir. Senyum yg kau berikan sebagai rasa syukurmu menghargai orang lain dan senyum yg menjadi simbol sederhana perilaku karimahmu dan juga ibadahmu kepada umat Rabbku lainnya. Wahai pemilik lisan yg berkata kebaikan. Sungguh setiap kata yg terucap adalah renungan, kesejukan dan kebahagiaan yg mendengar. Tak payah bersusah susah membicarakan orang banyak karena kau  belum tentu yg baik di mata Rabbku. Wahai pemilik langkah berbekas pengingat dan kemanfaataan. Kemanapun kau pergi akan ada bunga yg kau tinggalkan sebagai caramu untuk bisa memaknai kehidupan yg bermanfaat. Wahai pemilik tangan yg tak pernah lelah meraih mimpi. Setinggi tanganmu meraih tak menyombongkan tanganmu untuk selalu menengadah. Meminta kebaikan dunia akhirat. Yang berdoa bukan hanya untuk dirinya tapi untuk seluruh yg ada di dunia. Wahai bidadari surga itu?

Apa kabar cinta Allah yg tengah sembunyi? Sembunyi dalam diam yg emas, dalam ibadah tulus ikhlas dan kepercayaan pada Rabbku pemilik alam luas.

Aku ingin menjadi sepertimu, bidadari...