Minggu, 07 September 2014

Seminar dari Mr. James Gwee

Stairway to Success.

Berbagi Ilmu dari James Gwee.

Jika anda ingin mendengarkan banyak tentang kiat dari James Gwee maka stay listen in Smart fm 95,9

Setiap trainer bisa mengikuti setiap tema yg dilakukan dan melebur bersama tema.

Www.seminarseumurhidup.com ini merupakan blog terkece dari james gwee.

Di bawah ini adalah akses untuk bisa dekat dengan beliau.
James gwee TH.MBA
Singapura
Facebook jamesgweeacademia
Twitter jamesgwee

Kiat sukses bisnis itu...

1. Habis2an
All out 250% sepenuh hati. Buatlah ketulusan menjadi senjata orang mencari kita.

2. Segala sesuatu ada polanya.
Sesulit apapun bisnisnya pasti ada polannya. Setelah paham akan polanya maka
Kamu akan prediksi hasilnya.
The principel ohhh akan jadi respon jitu saat kita tahu pola bisnis kita. "Oh ternyata begitu
Kalau hanya begitu saya juga bisa,"
Tak ada yang tidak mungkin. Begitu pun dengan bisnis.

3. Ketika ada problem
Maka bukan difikirkan solusinya tapi justru dicari. Tuhan menciptakan problem untuk kita belajar mencari solusi terbaik. Jika sejak awal kita lebih tahu solusinya maka apa artinya dari problem tersebut.

4. Kenali zona anda
Ada 2 tipe zona seorang pebisnis :
1. Zona star : ia akan menggunakan otaknya untuk meresolusi ide kreatif dan menyelesaikan target segera, bukan menunggu perintah. Tapi justru mengambil tindakan cerdas.
2. Zona rata rata
Ini mayoritas kebanyakan yang terjadi. Dimana seorang pekerja akan menunggu komando bos bahkan melibatkan bosnya untuk memberikan solusi atas hambatan pekerjaannya. Tipe yang non mandiri dan pesimisitad dalam kesulitan.

Sudah terbayang dari dua zona tadi mana yang akan mudah melesat? Sungguh keduanya mampu melesat namun zona satu yang lebih banyak keuntungan yaitu pengalaman.

So seorang besisnis tangguh memberikan asupan otaknya dengan strategi yg cerdas dan strategi ada karena membaca. Otak yang berisi lebih baik dan akan berguna untuk mengisi perut dan dompet. Hidup cerdas segera!

Semoga bermanfaat.

Versi : re-write.

Seminar dari Mr. James Gwee

Stairway to Success.

Berbagi Ilmu dari James Gwee.

Jika anda ingin mendengarkan banyak tentang kiat dari James Gwee maka stay listen in Smart fm 95,9

Setiap trainer bisa mengikuti setiap tema yg dilakukan dan melebur bersama tema.

Www.seminarseumurhidup.com ini merupakan blog terkece dari james gwee.

Di bawah ini adalah akses untuk bisa dekat dengan beliau.
James gwee TH.MBA
Singapura
Facebook jamesgweeacademia
Twitter jamesgwee

Kiat sukses bisnis itu...

1. Habis2an
All out 250% sepenuh hati. Buatlah ketulusan menjadi senjata orang mencari kita.

2. Segala sesuatu ada polanya.
Sesulit apapun bisnisnya pasti ada polannya. Setelah paham akan polanya maka
Kamu akan prediksi hasilnya.
The principel ohhh akan jadi respon jitu saat kita tahu pola bisnis kita. "Oh ternyata begitu
Kalau hanya begitu saya juga bisa,"
Tak ada yang tidak mungkin. Begitu pun dengan bisnis.

3. Ketika ada problem
Maka bukan difikirkan solusinya tapi justru dicari. Tuhan menciptakan problem untuk kita belajar mencari solusi terbaik. Jika sejak awal kita lebih tahu solusinya maka apa artinya dari problem tersebut.

4. Kenali zona anda
Ada 2 tipe zona seorang pebisnis :
1. Zona star : ia akan menggunakan otaknya untuk meresolusi ide kreatif dan menyelesaikan target segera, bukan menunggu perintah. Tapi justru mengambil tindakan cerdas.
2. Zona rata rata
Ini mayoritas kebanyakan yang terjadi. Dimana seorang pekerja akan menunggu komando bos bahkan melibatkan bosnya untuk memberikan solusi atas hambatan pekerjaannya. Tipe yang non mandiri dan pesimisitad dalam kesulitan.

Sudah terbayang dari dua zona tadi mana yang akan mudah melesat? Sungguh keduanya mampu melesat namun zona satu yang lebih banyak keuntungan yaitu pengalaman.

So seorang besisnis tangguh memberikan asupan otaknya dengan strategi yg cerdas dan strategi ada karena membaca. Otak yang berisi lebih baik dan akan berguna untuk mengisi perut dan dompet. Hidup cerdas segera!

Semoga bermanfaat.

Versi : re-write.

Sabtu, 06 September 2014

Ohh Ternyata Berani

Surat Dunia.

"Langkah kecil itulah yg semakin lama semakin diperbesar, diperjauh dan dipercepat,"

Hanya keberanian yang membuat kita mampu berdiri pertama diantara orang yg memilih duduk diam. Hanya keberanian yang membuat kita maju ke depan dan melihat mata setiap orang. Menatap seolah kita kenal dan dikenal mereka. Hanya keberanian yang mampu memudahkan kita berbicara dan mengatakan "saya bangga atas usaha saya," dan keberanian juga yang mengantar dan memperkenalkan orang-orang hebat.

Cileungsi, en.

Senin, 01 September 2014

Yg cilik yg berjiwa entre

Entrepreneur tidaklah bisa secara instant dalam sekejap. Motivasi yang kuat adalah modal utama untuk menjadi seorang entrepreneur disamping keberanian dan ketekunan yang harus dimiliki oleh seorang calon entrepreneur. Berani mengambil resiko rugi, tekun dan ulet dalam menjalankan usahanya sehingga menjadi entrepreneur yang tangguh tidak pantang menyerah. Hal ini akan baik manakala dibina sejak dini (anak).

            Lingkungan adalah faktor utama yang mempengaruhi perkembangan anak. Lingkungan bisa lingkungan keluarga maupun sekolah. Banyak anak yang menjadi entrepreneur karena berasal dari keluarga entrepreneur. Hal ini dikarenakan si anak sudah terbiasa dengan kesehariannya melihat bagaimana kegiatan orangtuanya dalam menjalankan kegiatan usahanya. Mindset anak menjadi tertanam dengan sangat kuat ketika dewasa kelak. Meskipun tidak jarang juga anak yang berasal dari latar belakang keluarga seorang entrepreneur namun ketika dewasa ia tidak menjadi entrepreneur.

            Disamping Orang tua, guru memegang peranan yang sangat penting dalam mendidik atau menanamkan kedalam mindset anak untuk menjadi seorang entrepreneur. Hal ini dikarenakan sebagian besar waktu anak dihabiskan disekolah dan kekuatan dari seorang guru. Guru hendaknya membina dan menumbuh kembangkan jiwa entrepreneurship ke anak, guru harus memberikan fasilitas dan kreatif dalam membina anak. Guru dalam mengajar harus bisa mengaitkan apa yang diajarkan dengan hal – hal yang berkaitan dengan  entrepreneurship. Entrepreneurship sangat dibutuhkan oleh anak karena jika ini diberikan oleh guru secara kontinyu lambat laun akan tertanam di mindset anak tentang entrepreneurship. Kelak ketika dewasa nanti anak akan terbiasa dengan entrepreneurship dan yang terpenting lagi anak tidak akan takut dengan resiko akan rugi.

Sekolah sebagai tempat para guru mengcreat ide entrepreneurship kepada anak harus mensupport melalui program – programya. Program – program tersebut bisa melalui kurikulum pendidikannya ataupun kegiatan kesiswaan yang mengarah kepada kewirausahaan. Support sekolah ini kunci dari keberhasilan guru karena bagaimana mungkin guru menanamkan jiwa entrepreneurship kepada anak jika sekolah tempatnya mengajar tidak mempunyai kurikulum ataupun kegiatan kesiswaan yang berkaitan dengan entrepreneurship.

Masuknya nilai – nilai entrepreneurship pada kurikulum sekolah mewajibkan guru untuk selalu mengaitkan pelajaran yang diajarkan terlepas bidang studi apapun yang diajarkan untuk selalu dikaitkan dengan entrepreneurship. Hal ini yang akan membuat anak mempunyai banyak pengetahuan entrepreneurship. Kegiatan sekolah yang berkaitan dengan entrepreneurship merupakan penyeimbang bagi anak untuk menerapkan apa yang ia peroleh dari pelajaran yang diajarkan oleh guru tersebut. Misal saat pelajaran matematika guru bisa mengajarkan pelajaran uang sehingga anak mengetahui tentang nilai uang serta contoh – contoh penggunaannya. Dari pelajaran tadi sekolah membuat kegiatan yang membuat anak – anak kreatif dalam menerapkan ide – ide polosnya. Misalnya anak diminta untuk membuat sesuatu kemudian diminta untuk menghitung berapa modal yang dibutuhkan kemudian jika sudah jadi anak diminta untuk menjual hasil karyanya tersebut. Penjualan bisa dilakukan kepada siapa saja, bisa kepada teman – temannya, gurunya, wali murid, ataupun masyarakat umum. Dari contoh tadi disamping anak secara tidak sadar telah belajar menjadi seorang entrepreneur. Dalam proses pembuatan pembuatan sampai penjualan tadi anak pasti mengalami banyak hal. Ini yang menjadikan pengalaman dari anak tersebut. Mulai dari bagaimana ia mencari ide, menuangkannya menjadi nyata kemudian bagaimana ia menjualnya. Bukan tidak mungkin hasil akhirnya anak tidak selalu untung atau mengalami kerugian dari apa yang telah ia lakukan tadi. Tapi jika hal ini guru dan sekoalh bisa secara kontinyu mensupport kegiatan – kegiatan atau pola pembelajaran yang seperti ini maka sepuluh atau dua puluh tahun yang akan anak – anak tadi akan menjadi entrepreneur – entrepreneur yang sukses. Kegiatan seperti ini ibarat pepatah”seta;li tiga uang”, selain anak belajar menjadi entrepreneur anak juga tetap belajar pelajaran yang telah diberikan oleh gurunya disekolah. Misalnya ia telah menggunakan pengetahuannya tentang nilai uang untuk pelajaran matematika, berani berbicara pada saat menjualkan barangnya untuk pelajaran bahasa Indonesia dan lain sebagainya.

Tidak kalah penting adalah support dari orang tua si anak. Support orang tua kepada anaknya bisa berupa memberikan modal kepada si anak untuk menciptakan atau mengcreat benda sehingga bisa dijual. Selain modal support orang tua yang lain adalah dalam bentuk motivasi bahwa si anak. Bentuk motivasi itu antara lain bisa berwujud ucapan selamat ketika penjualan si anak mengalami keuntungan atau dorongan semangat untuk pantang menyerah atau membantu menganalisa kenapa rugi jika si anak mengalami kerugian. Support yang seperti ini sangat membantu bagi si anak karena dengan support anak akan semakin semangat manakala ia mendapatkan keuntungan dari usahanya tadi dan tidak patah semangat jika mengalami kerugian.

Sekolah dan orang tua merupakan kunci sukses dari program entrepreneurshipsejak dini ini. Sekolah sebagai wadah bagi anak mendapatkan ilmu dan menerapkan ilmunya untuk melatih kembangkan jiwa entrepreneurshipnya, orangtua sebagai motivator bagi si anak. Jika ini bisa diwujudkan pada semua atau sebagaian besar masyarakat dan sekolah – sekolah di Indonesia maka generasi entrepreneur yang kuat tidak akan kekurangan. Entrepreneur yang kuat dan dengan jumlah yang banyak membuat bangsa ini semakin kokoh dalam menjaga stabilitas ekonomi bangsa. Ekonomi yang stabil membuat bangsa ini kuat terhadap badai krisis keuangan ataupun krisis global yang terjadi saat ini. Di samping menjaga stabilitas ekonomi bangsa dengan banyaknya Entrepreneur banyak memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas.

Jumat, 04 Juli 2014

Sad

Surat dunia.

"Sedih adalah saat kita harus menghargai hidup ini,"

Pertanyaan retoris, saat ada yg bilang gini ke kamu, "pernah sedih ga?" Pasti pernah. Kenapa ya kita harus sedih? Itu pertanyaannya. Sedih. Temannya gembira. Masih saudara sama bahagia namun beda sifat. Sedih juga merupakan kata sifat. Apa itu sedih? Menurutku sedih adalah perwujudan perasaan akan sesuatu hal yg tidak sesuai dengan harapan kita. Kapan sedih muncul? Tentu saat kita merasa yg ada di hidup kita tidak membahagiakan. Bagaimana sedih bisa terjadi? Ini naluriah sekali. Setiap manusia diberi perasaan dalam nuraninya untuk bisa mempertimbangkan yg terjadi. Sedih salah satu bagian dari perasaan. Dan benarkah sedih tidak sehat? Kata siapa? Sedih sehat kok secara iman. Ingatkah tingkah laku kita, saat kita bahagia kita lupa Allah. Saat kita sedih kita baru ingat Allah. Dan ini juga yg kurasakan. Satu Dzat ini kadang terlupa. Dalam ucapan terlupa. Apalagi dalam syukur. Astaghfirullah....
Gimana kalau sedihnya pake banget dan menahun? Nah ini yg bahaya. Sedih itu ada waktunya ya. Kelamaan nanti expired. Basi deh. Kalau sampai menahun wah... bisa rusak nih hati dan perasaannya. Karena ingat ya hati itu cuma satu, kalau diisi sedih terus nanti ga bisa diganti dengan yg baru. Terus hidup cuma sekali, kalau isinya sedih terus.... wahhhh masa depannya gimana????
Kalau kata puitisi muda, sedih adalah saat kita harus bersyukur dengan adanya bahagia. Kalau kata motivator, sedih itu masa dimana membangun bahagia. Nah kalau kata ku sedih itu,

"Sedih itu adalah saat dimana penolakan, kecewa, penghinaan, tidak berdaya, akan keadaan kita. Tapi bukan untuk dihayati tapi dipelajari. Nah loh? Emang pelajaran? Maksudnya dipelajari untuk dapat cara bahagia lagi."

En.

Art

Surat dunia.

"Kita tahu mana yg sangat nyaman untuk dijalani daripada terpaksa lebih baik ditegaskan dari SEKARANGA"

Sudah genap satu tahun ku tinggalkan SMA. Masa dimana paling menyenangkan dan paling anak muda. Paling antusias dengan kegiatan organisasi dan petualangan. Genap sudah kesetimbangan kimia, gaya lorentz, statistika, rekayasa genetika, dan para saudaranya belum terbahas lagi. Ya... selalu ada rindu saat kebiasaan tak dilakukan lagi. Waktu memang bergulir, tapi dengan cerita yg selalu berbeda. Dan ini akan berjalan dinamis. Termasuk setiap pilihan hidup seseorang.
Kali ini, aku ingin mengajak kalian untuk memahami apa yg harusnya kalian pilih. Ketika SMA dulu, ada satu teman karibku. Mentari. Kami lewati masa-masa terbaik dengan cara terbaik juga. Dia pribadi apa adanya. Tak malu mengakui kekurangan dan satu hal "mau belajar dari nol". Sudah banyak cerita, kami harus saling belajar untuk mengejar ketertinggalan pelajaran saat sekolah. Kami besarkan hati, sekiranya ada ulangan yg belum mencapai standar minimal. Tapi setelah itu, kami harus berjuang bersama-sama untuk memperbaiki nilai kami. Dia adalah teman terajin yg pernah aku punya. Dia datang lebih awal ke sekolah hanya untuk menungguku untuk belajar bersama sebelum bel berbunyi. Tapi tahukah kalian, "dimana dia sekarang?"
Dia sama sepertiku. Meraih pendidikan tinggi di PTN. Dia memilih jurusan Ekonomi. Benarkah? Ya... dia pantas untuk mendapatkannya. Tapi... satu hal ini yg aku sayangkan.

Sore itu, aku tak sengaja bertemu dengannya di tepi jalan. Aku mengobrol dengannya seputar kegiatan masing-masing. Dia masih ingat kalau aku berminat puisi. Dia menunjukan lomba baca puisi dengan total hadiah 50 juta. Menggiurkan.

"Ikut aja ka," ajaknya antusias.

"Cuma tinggal 2 hari lagi pendaftaran men," kataku ragu.

Topik aku alihkan seputar kuliah. Karena aku penasaran kabar kuliahnya.

"Gimana kuliah?"

"Gue ambil jurusan ekonomi ka, tapi ya gitu susah. Gue pusing, rumit,"

"Kok?"

"Iya... gue mau pindah jurusan aja. Tapi..."

"Tapi?" Tanyaku penasaran.

Dia terdiam. Tak ada kelanjutan. Justru dia yg mengalihkan topik.

"Katanya mau ke art bro?"

Aku yg kini tak bisa menjawab. Aku pernah janji ke sanggar seninya. Yaa namanya "Art Bro".

"Dateng aja ka, ramein disana," ajaknya antusias.

"Siap," jawabku semangat.

Karena aku penasaran, aku cari Art Bro. Jum'at sore, setelah urusan sekolah dan bisnis selesai, ku cari alamat Art Bro. Memang jodoh dengan tempat itu, aku bertemu dengan Mentari di perjalanan. Ia juga ingin ke destinasi yg sama.
Sampai di gerbangnya, de javu. Iya... aku pernah kesini sebelumnya. Tapi dulu, saat belum disulap jadi sanggar seni. Lukisan sudah tergantung manis di tembok. Ada yg ukurannya besar dan ada juga yg ukurannya sebesar figura foto. Tempatnya juga nyaman dan artistik. Banyak anak kecil yg bermain disini.

"Iya... ini tempat nongkrong anak-anak aja. Sambil kasih ruang belajar buat anak-anak kampung sini buat belajar gambar," penjelasan dari pemilik Art Bro, Ihsan.

Satu hal yg mengusik fikiranku, hal yg berbau seni pasti bernilai tinggi. Termasuk untuk harga dan pembiayaan.

"Berarti ini berbayar ya?" Tanyaku.

"Oh kalau untuk anak-anak yg mau belajar melukis gratis kok. Siapa aja boleh ikut," katanya ramah.

"Pembiayaannya dari mana?" Kataku frontal.

"Ada aja kok rezekinya. Dan ketika kita buka ini juga alhamdulillah responnya baik, meski ada juga yg belum bisa menerima kita," ujarnya.

Ternyata sama dengan yg kurasakan. Bahwa aku juga ada di posisi yg sama. Saat niat tulus masih dipandang negatif oleh lingkunga. Hmm yasudah.... yg lebih penting adalah pembuktian ke lingkungan. Aku lihat wajah mentari yg antusias di sana. Semangatnya jutaan kali lipat daripada membahas kuliah. Dan aku pastikan, ini yg mentari suka. Karena dunia yg buat kita nyaman akan memancarkan kebahagiaan di wajah. Ada usaha terbaik memperjuangkannya dan satu lagi, rela berkorban untuk meraih itu. Mentari sudah lakukan itu, bahkan sangat baik melakukannya. Sangat membanggakan dan peduli dengan lingkungan. Memang lingkungan perlu diedukasi agar mampu menerima pembaharuan yg positif.

Dan aku belajar.
Ikan air tawar dipindahkan ke laut, memang sama-sama air tapi berbeda rasanya. Sama seperti pohon strawberry yg ditanam di dataran rendah, tumbuh memang tapi tak lebat buahnya.

"Apa yg kita cintai, akan mendukung produktif kita, anak muda harus paham siapa dirinya,"

En.

Kamis, 03 Juli 2014

Partner

Letter from my world.

"I wanna be your partner, welcome the world and success to us,"

Kalau kamu berfikir sendirian, maka kamu juga berjalan sendirian. Berfikir caranya sendirian, masalah ditanggung sendirian, sedih pun juga sendirian. Rasanya dilekat dengan kata , "S E N D I R I," itu bagai dunia asing bagi kita. Orang-orang jauh dari kita dan tak memperdulikan kita.

Sebetulnya yg sangat menakutkan dari sebuah kebersamaan hangat adalah "merasa sendirian," ini yg membuat kita menjauh dari kebersamaan itu. Selalu merasa sendiri menjadi blok yg kuat di fikiran kita. Mengapa kita selalu merasa sendirian padahal banyak yg memberikan perhatiannya pada kita,
1. Kita terlalu menganggap keadaan tidak memihak kita. Keadaan yg sulit buat kita menyalahkannya. Tidak adil. Kenapa harus aku? Hmm... mungkin itu juga yg pernah aku rasakan. Mencari jutaan alasan untuk menguatkan keadaan buruk yg menimpa kita. Tapi ingatkah ini, "yg baik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah,"
2. Keadaan yg sulit dihayati berlebihan.
manusia oh manusia. Ada sisi dimana mereka tegar, ada juga sisi dimana mereka terlalu menghayati keadaan sebegitu menyedihkannya. Seakan masalah itu berat dan sulit dipecahkan. Ini adalah zona fikiran sempit yg harus ditinggalkan. Dan keadaan ini juga manusia jadi susah yg namanya berbagi masalah. Kok berbagi masalah? Iyaa karena dalam fikirannya sudah beranggapan "sulit" untuk dipecahkan maka untuk berusaha cari jalan keluar terhambat. Jadinya? Ada 2 kemungkinan. Manusia yg selalu bersyukur akan meminta bantuan orang-orang terbaik di hidup mereka untuk memberi solusi. Inilah titik dimana aku akan membahas partner.
Partner hidup? Hmm lebih dari itu. Partner kerja? Lebih menguntungkan dari itu. Lalu partner apa? Partner dunia wal akhirat. Wuih..  berat bahasannya. Ah engga kok. Ini cuma bahas partner. Partner itu seseorang yg kita percaya untuk diajak merencanakan dan mewujudkan bersama. So bisnis nih? Engga kok. Apapun itu. Misalnya, partner antara pembuat coklat dan reseller coklat. Jelas ga maknanya? Hmm sama-sama bisnis coklat. Belum tepat. Mereka berdua sama-sama melengkapi. Dan itulah partner. Bukan menjerumuskan, tapi merencanakan. Bukan menghancurkan tapi mewujudkan. Gimana caranya bisa ketemu partner kita? Hmm... ini bergantung selera sih. Tapi yg jelas mereka itu punya visi hidup yg sama dengan kita. Dan satu yg terpenting, dia selalu siap untuk merencanakan kehidupan terbaik dan feedbacknya untuk kita. Fiddunya wal akhirah. Ingat surat al-asr. "Nasihat menasihati dalam kebenaran, nasihat menasihati dalam kesabaran," itulah partner ter-kece.

"Yg namanya partner itu ga akan berani jerumusin tapi berani mendukung satu sama lain,"

En.