Jumat, 31 Januari 2014

Senandung Meraih Pengalaman (SMP)

Surat dunia.

Setiap jalan yg aku tempuh adalah pengalaman patut aku syukuri. Berjumpa dengan banyak orang yg begitu setia menemaniku dalam keadaan apapun. Setiap tempat yg membekas jejak pengalaman kita semoga selalu memberi banyak pelajaran yg berharga. 3 tahun ku lewati bersama kalian adalah masa yg sangat luar biasa menyenangkan. Masa putih biru pencari identitas diri pernah kita jalani bersama. Waktu dimana kita ingin saling diakui satu sama lain dan ingin terus tampil sebagai abg yg intelek dan supel. Hahaha tak ubahnya masa yg begitu menggelitik saat kita mulai mengerti arti pentingnya perasaan cinta. Cinta yg entah itu hanya kagum atau idola atau memang cinta yg sesungguhnya akan dipertemukan di masa depan? Entahlah... satu hal ini buat kami belajar untuk saling bisa mengerti arti hadir diri kita untuk org yang kita sayangi. Setiap geming sedih, cerah bahagia menjadi satu campuran yg menyatu dengan kita. Seberapa sering kita bertengkar? Seberapa banyak foto yg bergaya norak? Seberapa sering kita tertawa? Aku hanya bisa menjawab pertanyaan yg ketika, sering sekali tertawa. Inilah masaku meraih pengalaman untuk aku pelajari. Bersama kalian... aku dapatkan banyak hal. Belajar sederhana, belajar saling mendengarkan, menghargai, belajar saling gantian traktir, belajar untuk saling gantian silaturahmi dan belajar untuk saling prihatin. Yaa kata prihatin menjadi kekuatan kita..  bahwa sebaik baiknya teman adalah mereka yg mengerti hidup prihatin karena jika berfoya foya kemelaratan akan menghantui. Terima kasih yaa Ezra sutaningtyas tellusa, mysell rollina, yanni eria, eka sun putri, afrianti eka pratiwi. Love you... jaga mereka Ya Rabb...

Rabu, 29 Januari 2014

First

Surat dunia.

Eka Nurwati. Nama singkat yg mudah mudahan menjadi doa yg jadi kenyataan. Eka Nurwati wanita pertama yg memberikan cahaya. Nama sederhana yg mungkin menjadi nama yg enak untuk diucapkan dari ayah dan mama.
Eka... begitulah orang memanggilku. Nama yg artinya adalah satu. Semoga tetap menjadi nomor satu dalam hal kebaikan.
Ya Rabb... first i will tell story about my first experience.
Bermain. Berenang. Berlari. Itu yg aku sukai ketika kecil. Bersama teman teman TK aku nikmati cerahnya masa kecil. Bersama mereka aku belajar banyak hal. Papan luncur, ayunan, perosotan dan semua lingkaran lingkaran kecil di halaman TK menjadi cara belajar yg paling menyenangkan buatku. Bertugas sebagai polisi lalu lintas dan patroli semasa TK dulu. Atau berjalan jalan bersama guru untuk bersyukur atas semua yg Tuhan ciptakan di bumi.
Ketika siang menjelang, aku belajar arti kebersamaan yg hangat. Menikmati makan siang bersama dengan penutupnya adalah buah apel yg manis. Gelak dan tawa menjadi satu memori yg sulit aku tepis jauh. Kerinduan semakin bertahta saat aku nyanyikan lagu "ambilkan bulan bu" lagu yg menjadi puncak dari kisah taman kanak kanakku. Lagu yg aku nyanyikan ketika perpisahan di TK. Itulah wajah yg selalu terbayang saat aku terpejam setelah mengingat masa TK, wajah bu Yuli, bu Tika, dan semua guru yg begitu halusnya melarang dan begitu tegasnya mendidik.
Ya Rabb... masa yg kau betikan saat itu sangatlah indah. Kini hanya satu demi satu kerlingan jatuh di ujung pelupuk mata... mengharapkan bahwa aku bisa mencium punggung tanggan guru guruku saat ini...
Maha besar atas segala takdir hamba-Nya.
Sekolah Dasar. Hari pertama memasuki SD. Aku ingat saat malam bertabur bintang, ditemani api unggun yg menghangat ayah berkata bahwa aku tidak bisa TK lagi. Aku khawatir tidak bisa bertemu guru guruku. Lalu ayah melanjutkan perkataannya  bahwa aku akan sekolaj di SD. Terbayang bagaimana semua yg sudah aku jalanj, aku sukai dan orang orang yang akj sayangi kelak aku tinggalkan. Sebenarnya bukan aku yg meninggalkan tapi kita semua saling meninggalkan satu sama lain untuk melanjutkan sekolah. Aku kira semua tak akan semenyenangkan di TK. Karena cukup untukku bermain dan berbagi banyak hal di TK.
Aku bertemu dua teman yg setia hingga saat ini. Mereka yang ada dan tetap on stay beside me. Aku mengucapkan terima kasih atas kesediaannya menjadi teman terawet dan tertoleransi. Aku hanya seorang yg biasa. Aku punya banyak kekurangan yg tak patut aku ceritakan. Cukuplah kalian yg mengenalku dan tahu bagaimana aku. Aku hanya seorang yg kadang merepotkan tapi kalian tak merasa direpotkan. Terima kasih atas semua tatapan yg selalu memperhatikanku, telinga yang selalu mendengarkanku, lisan yg selalu mengingatkanku, dan rasa sayang kalian untukku. Aku tidak tahu, telah menjadi apa aku dalam hidup kalian tapi kalian sudah sangat berarti di hidupku. Sukses yaa... aku berdoa dari jauh..
Erlina Julianti
Peni Guslianti

Ratna Ningsih

Sisi gelap

Surat inspirasi...
Setiap manusia pernah ada di lembah terdalam. Atau mungkin pernah di palung laut terdalam. Setiap manusia pernah membuka pintu salah dan masuk ke ruangan gelap nan sempit. Memburamkan kenyataan dan mata hati untuk melihat Rabb nya. Manusia pernah khilaf dalam sesalnya. Pebuatan, fikiran dan prasangka yg buruk terselip dalam jasad manusia. Manusia pernah kehilangan arah untuk pulang. Bisa saja mencari jalan hidupnya yg entah akan kemana. Bagai perahu yg termenung di tengah lautan lepas atau kapal yg siap karam diterpa ombak. Manusia pernah ada di masa sulit untuk dijalani. Di masa yg kesspian untuk menikmati dosa sendirian. Manusia pernah salah dan menyesal. Akan tindakannya yg busuk tapi selalu ia banggakan. Astaghfirullah... aku bicara ini bukan semata aku terbaik dan jaub dari dosa. Tapi aku merasakannya sendiri. Saat aku kesepian di sisi yg menghitam bagai lorong yg panjang dan  ku masuki tanpa aku sadar dan aku mencoba keluar melihat sedikit cahaya yg bersinar. Ya Rabb... serapuhnya hamba Mu ini karena imannya masih tipis. Maaf atas segala kesalahan di masa lalu. Kesalahan yg buat manusia takut kembali lagi atau melangkah ke depan. Manusia pernah jauh dari sadarnya, pernah hilang rasionalnya tapi Rabb tak pernah jauh dari kami semua. Bahkan caraNya lembut menelusup ke hati untuk sadar dan segera bertaubat. Segera istighfar dan bersujud pasrahkan diri... DIA Rabb maha penyadaran yg paling mujarab, maha pengingat hikmah yg paling bermanfaat dan maha yg selalu menerima hamba hamba apa adanya. Cukup mengaku bersalah dan memperbaiki... tak ada yg tak bisa dimaafkan, semua adalah cara yg mulia untuk memperingati kita..  walau lewat sisi hitam yg kita jalani sendiri...

Aku bermimpi bisa menulis bersamamu di tepi pantai

Surat dunia.

Angin... ombak... air... suara yg paling indah di dunia. Di tepinya menikmati sambil menulis bersamamu, menjadi mimpi yg ingin aku tembus menjadi kenyataan.
Di tepi pantai, duduk di atas pasir putih dan menapaki kelembutan pasir yg menghangat karena terpaan sinar matahari.
Aku ingin bisa bersamamu menulis semua karyaku. Aku ingin kamu menjadi salah satu inspirasi yg hidup di hatiku. Ketika mengingatmu aku tersenyum. Aku ingin semua yg ku tulis adalah semangatku karena mengenalmu. Semangat yg selalu mengalir melalui energiku dan penaku. Aku ingin kamu selalu begitu, menemaniku setiap pena ini tergores dan setiap tulisan ini terangkai.
Aku ingin bisa menikmati hari bersamamu, ribuan jalan yg tertempuh tapi kamu masih di sampingku. Aku mau setiap terbitnya matahari kau ada di depan mataku. Menyambutku dengan cinta yg dalam dan semakin jauh mendasar di hati. Aku ingin semua yg aku alami, aku bagi bersamamu, agar kita merasa lengkap satu sama lain.
Sampai aku pandang jauh ke ujung laut lepas, aku tetap mengharapkan hal yg sama, bersamamu...
Hingga namamu terukir di pasir, aku ingin bersamamu. Hingga ombak yg menghapus, tapi kau tidak terhapus. Tetap di sampingku.

Selasa, 28 Januari 2014

Under the rainy

Surat dunia...

I proud of Allah dengan semua keagungan yg tergambar jelas di bumi ini. Kuasa dan penyayang atas setiap takdir ciptaan-Nya. Aku bersyukur untuk setiap nafas yg keluar masuk dari tubuhku. Atas detakan jantung yg masih ku rasakan ritmenya, atas aliran darah yg deras mengalir menembus batas logika kami sebagai ciptaan-Nya. Aku bersyukur atas butiran tanah yg mampu menjaga pijakanku yg terap kuat di atas bumi dan langit yg tetap meluas, lapang dan terbentang menaungiku dari atas sana. Untuk setiap keberkahan yg tertanam atau yg terbang di udara... untuk setiap nikmat yg tersedia hingga perut bumi. Nikmat yang terselami di dasar laut. Aku ucapkan syukur pada Allah... sang pengukir kehidupan.
Dan satu nikmat lagi yg buatku takjub ya Rabb..  hujan dan teduhnya...
Rintikan air yg jatuh perlahan menandakan bahwa setiap kehidupan berproses dari perlahan.
Rintikan air yg jatuh dari awan setitik demi setitik adalah cinta yg sungguh tak menyakitkan. Sekiranya jika Allah menumpahkan hujan seperti menumpahkan air dari ember sekaligus, bayangkan saja genting rumahku pasti langsung bocor. Cinta yg diturunkan pelan pelan akan disambut hangat oleh kami di bumi.
Ya Rabb... setiap aku pandangi rintikan hujan, semakin rindu akan ketenangan yg Kau kirim untukku bersama hujan.
Tik... tik..  suaranya yg membuatku jatuh cinta.
Basahnya yg berada di dedaunan menyegarkan setiap ingatan...
Hujan dan kisahnya, mungkin itu yg aku rindukan. Menari di bawah hujan dan merasakan setiap tetesannya di tubuh ini.. membentangkan tangan dan berharap.... aku tetap jatuh cinta pada kenikmatan hujan, kisahnyaa dan basahnya...
Mudah mudahan jauh dari keluh kesah karena hujan. Aammiin.

Kamu, dirimu, untukmu

Surat Dunia...
teruntukmu

Ya Rabb
mungkin Engkau sudah hafal betul namanya sering ku sebut dalam setiap doa doa ku ..
Sering aku ceritakan sebelum lelap tidurku pada-Mu.
ku titipkan namanya pada Mu, di setiap aku ingat padanya yg akan baik-baik saja bersama-Mu.
beri dia kebahagiaan dari bahagia milik Mu bahagia yg tak pernah putus dan berhenti untuknya, selipkan rasa yg sama di hatinya seperti rasa di hati hamba ..
tuntunlah dia agar searah dgn jalan ku ..
jadikan lah dia pemuda yg terbaik untukku dan agamaku yg Engkau dan serta ibu ku ridhoi ..
pesiapkanlah dia menjadi imam ku yg dpt membimbingku ..
Ya Rabb
jangan biarkan aku tenggelam dalam pengharapan dunia...
Dalam egois diri untuk menomorsatukannya daripada Ya Rab..
Sungguh... cegahlah hamba saat hamba terlena...
ku ingin cinta ku di ridhoi oleh Mu ..
teruntukmu, aku ingin kau yg pertama yg mengisi hati ini...
Pertama yg memanggil "cinta" atau "sayang" untukku.
teruntukmu, aku selalu berdoa agar kau dan aku kelak akan menjadi kita ..
menjadi satu tujuan untuk Ya Rabb...
Menjadi satu juang untuk Ya Rabb...
kembali karena cinta, bersama cinta dan untuk cinta kita bersama...
Sang pencipta...
teruntukmu, jemputlah aku sebagai bidadari mu, untuk selamanya.

Based on story : Rumaisha
revisi by me

Minggu, 26 Januari 2014

You are my laugh

Surat dunia...
Satu.... aku hanya ingin mengatakan bahwa Allah sangat adil pada hamba sepertiku.
Dua... aku hanya ingin mengatakan bahwa aku juga hamba yg belum bisa sempurna kebaikan dan amalnya.
Tiga... tapi meskipun banyak kekurangan dalam diri ini, masih ada orang yg sudi bersamaku.
Dear sahabat yg baik hatinya...
Terima kasih yaa atas semua yg kalian lakukan untuk kita bersama.
Awal masa orientasi, kita tidur bersama di ruang kotak yg begitu dingin. Masih ingat kan? Kita harus berdingin ria diatas tikar sambil berselimut mukena. Satu dua tiga hingga banyak cerita yg kita bagi bersama. Atau ingatkah malam malam kita ke mall hanya untuk membeli peralatan ospek. Sambil mesem asem kita bersama digodain sama mas mas di gramedia.  setelah itu kita nongkrong di kedai pinggir jalan untuk mengisi perut kita.
Masih ingat saat kita harus bersabar duduk mendengarkan para pemateri yg luar biasa... luar biasa lamaa penyampaiannya. Kita harus tahan kesemutan dan pinggang yg pegal luar biasa sambil tetap tersenyum sumringah. Ingatkah saat kita bernyanyi bersama sambil melambaikan tangan karena ada peserta ospek yg nyanyi lagu pelan pelan saja. Aku yakin kalian ingat semua itu.
Hingga sekarang, kita selalu berdaulat bahwa setiap kuliah harus foto. Agar nanti selalu ada kenangan yg tetap hidup walau hanya lewat sekotak foto berwarna.
Setiap makan siang, setiap janjian, setiap pertemuan, setiap belajar wajib ada fotonya.
Ya Rabb... bangga betul dengan mereka semua.
Ada yg jadi mama kita semua, meski sudah jadi mama tapi tetap semagat belajar, ada yg stay cool dengan karikaturnya, ada yg medok bahasanya, ada yg lembuuutt bgt bicaranya, ada yg kerjaannya pakai kamera depan terus di setiap saat, ada yg kerjaannya hunting makanan, jadi foto model, so child, so everything for you :*
Semangat yaa buat S1 nya...
2-3 tahun lagi kita wisuda yaa...
mudah mudahan selalu eksis di setiap kesempatan.
Thanks my Rabb. Thanks for you you youuuuuu i love you too.