Sabtu, 20 April 2019

Catatan Garis Dua : [ Review Film ] Ibu Maafkan Aku

Assalamu'alaikum... Dear sahabat blogger.

Semoga malam Sabtu adalah malam yang indah untuk berkumpul dengan keluarga. Sudah tidak sabar, jari ini ingin mengetik review dari sebuah film.

Judulnya sederhana, "Ibu Maafkan Aku". Film ini tayang di salah satu stasiun tv nasional.

Dikisahkan, seorang ibu yang berjuang sebagai pemecah batu sungai dengan dua orang putra dan seorang putri. Ketiga anaknya berjuang untuk menuntaskan pendidikan. Anak pertama, Bayu. Ia bercita-cita menjadi seorang pilot. Setelah lulus SMA, Ia putuskan untuk merantau ke Kota. Bertekad akan mengubah nasib dan pantang pulang sebelum sukses.

Kegigihan menuntun kita pada jalan impian kita. Bayu membuktikan bahwa Ia bisa meraih cita-cita dan pulang ke kampung untuk menjenguk ibunya. Gagah, tampan, berpendidikan. Kini Bayu menjadi pemuda yang sukses karier dan pendidikan.

Anak kedua, Gendhis. Ia bercita-cita menjadi seorang Dokter. Sejak lulus SMA, Gendhis ke Kota untuk kuliah jurusan kedokteran. Bermodal uang tabungan dari ibu, Gendhis berusaha mengejar beasiswa. Nasib baik berpihak padanya, Ia lulusan terbaik dan ditempatkan di daerah dengan gelar barunya, seorang dokter. Muda, cantik, cekatan dan berpendidikan. Namun, pekerjaan menuntutnya tetap siaga di daerah pedalaman. Ibu memang bangga padanya, namun kerinduan semakin bertambah untuk kedua anak-anaknya.

Anak ketiga, tetap menjaga ibu. Ia masih di bangku sekolah menengah atas. Kebutuhan hidup keluarga telah terpenuhi dari kedua anak-anaknya yang sukses. Namun itu belum bisa menggenapi rasa sepi di hati ibu. Tiap bulan, kiriman uang selalu bertambah. Namun tetap, dalam hati seorang ibu adalah merindukan kepulangan anak-anaknya.

Beberapa pesan singkat, voice note dan panggilan dikirim untuk mengobati kerinduan. Hasilnya nihil. Semua sibuk dalam karier dan karier.

Hingga suatu hari, mata ibu terkena pecahan batu. Penglihatannya menurun. Kedua anaknya menambah uang bulanan untuk pengobatan, namun ibu bersikeras untuk tetap bekerja, memecahkan batu sungai.

Makin hari kian menyepi, ibu justru sering sakit bukan karena menua tapi karena ingin dijenguk oleh anak-anaknya. Hingga suatu hari, ibu jatuh pingsan karena serangan jantung.

Kedua anaknya segera pulang. Kecemasan tergurat jelas di wajah keduanya. Gendhis, sang dokter segera memberikan pertolongan.

"Ini harus dibawa ke ruma sakit, biar mba yang urus. Disana peralatan lengkap," ucap Gendhis.

"Gimana kalau mba saja yang rawat ibu di rumah? Ibu cuma ingin lihat mas dan mba pulang. Nemenin ibu. Sebenarnya uang bulanan untuk berobat tidak pernah dipakai. Ibu menolak. Katanya simpan saja. Mba sama Mas capek cari uang jadi ibu ga mau habiskan. Ibu masih sanggup kerja,"

Sesak menyelimuti dada Gendhis. Selama ini ibunya hanya butuh kehadiran anak-anaknya. Bukan kehadiran uang mereka.

Dari kisah ini, justru saya terasa terbawa pada konflik yang memang nyata di masyarakat. Bahwa sejauh apapun langkah seorang anak merantau, sesukses apapun seorang anak tetap di sisi seorang ibu kasih sayang selalu utuh untuk anak. Harta bisa membahagiakan, namun masa tua ibu dan bapak yang paling membahagiakan adalah menemani mereka. Jangan sampai masa sibuk merenggut bakti kepada mereka berdua.

"Tangan seorang ibu menuntun anak-anaknya ketika di dunia namun menuntun hati anak-anaknya sampai mereka menutup mata,"

Semoga Allah menjadikan kita semua menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua.

Salam sayang.

Catatan garis dua : Titik Bangkit

Assalamu'alaikum.. Dear Sahabat Blogger.

Lama hati ini ingin berlabuh. Lewat ketikan kata yang kadang kelu bibir ini mengungkapkan. Hati ini mulai mencari jawaban atas segala perasaan khawatir akan hari esok. Semoga rindu kian berkurang, meski sering absen selancar di blogger.

Titik bangkit ini saya mulai, setelah banyak pertanyaan yang dituju untuk kami berdua. Singkat, namun amat sangat bermakna di hati kami.

"Memang tidak bosan berdua terus?"
Atau dengan redaksi yang sama,

"Sudah hamil belum?"

Hati kami pun sedang mencari jawaban yang meyakinkan kami. Namun dengan pertolongan Allah maka kemudahan pasti datang.

Sungguh, kami sangat bahagia jika ada kabar kehamilan. Terlebih bagi pasangan yang masih baru dan diberi kepercayaan dari Allah. Namun pasti setelah itu, ada kebaperan dalam hati yang tidak bisa kami menampiknya.

"Aku kapan ya?"

Kami berdua selalu berusaha menjadi support system yang kuat. Itu adalah kekokohan yang harus kami bangun dengan segala terpaan pertanyaan netizen yang kadang suka kurang filtrasi.

Sudah berusaha sejauh mana?

Sejauh mata memandang, kami tak pernah lelah dan letih. Kadang, mereka yang bertanya dengan mudahnya soal kehamilan, misal begini "Kok belum juga ya? (Sambil jelasin masa pernikahan de el el). Sungguh sebesar apapun usaha kami, cukup kami dan Allah yang tahu.

Masa penantian ini menjadi titik bangkit kami. Ada satu kisah dari Uda nasi padang langganan kami. Suatu sore, kami makan di sana. Melihat anak Uda yang sedang belajar jalan, kami takjub dan berkomentar, " Duh baby girlnya cantik sekali,"

Uda hanya tersenyum. Dan langsung mengkisahkan perjuangannya.

"Saya menunggu satu setengah tahun untuk sebuah proses kehamilan. Saya dulu tukang gorengan mba. Saya bagikan gorengan satu plastik setiap hari. Kepada siapa saja. Mau yang saya kenal ataupun engga. Saya hanya minta dibacakan Al-fatihah untuk hajat saya yaitu memiliki keturunan."

Kami termenung. Justru kami yang belum mempersiapkan apa-apa bagi keturunan kami. Uda justru dengan gorengannya menjadi ladang pahala bagi keluarganya.

Uda dengan semangat melanjutkan ceritanya, "Kalau kita ingin rezeki yang berlimpah, maka siapkan wadah yang besar. Misalnya begini, kalau Allah memberi rezeki yang banyak tapi wadah kita kecil kan akan berserakan kemana-mana. Lain halnya kalau wadah kita besar, sebanyak apapun rezeki maka kita siap menampungnya. Anak adalah rezeki," jelas Uda.

Sungguh, sesederhana itu justru kami belum memahaminya. Kami fokus pada muhasabah diri dan mohon pengampunan atas dosa-dosa kami. Konsep Uda tadi menambah daftar target kami selanjutnya. Bahwa semangat berketurunan didukung wadah kebaikan yang besar.

Ini adalah titik bangkit kami. Fokus pada yang tidak dimiliki akan membuat kami lelah. Kelelahan itu akan mereduksi sedikit demi sedikit rasa syukur kami. Hingga ada di titik menyerah karena hampa mengejar dunia namun lupa dengan akhirat.  Sesungguhnya Allah akan mengubah suatu kaum jika kaum tersebut mau berusaha mengubah. Intinya usaha sejalan dengan doa dan tawakal. Dan titik bangkit ini kami jadikan wadah yang besar. Agar kami bisa menebar manfaat dan semangat.

Bagi para pejuang buah hati, Allah is best planner. Semua akan indah pada waktunya. Nikmati setiap kebersamaan bersama kekasih halal. Allah itu kalau memberi ga tanggung-tanggung.

Seterusnya akan ada banyak catatan garis dua dari kami. Kami ingin mempersiapkan dengan mengambil makna kebaikan.

Salam sayang
En

Senin, 25 Februari 2019

Catatan garis dua : Jodoh terhebat


Catatan Garis Dua
“Jodoh adalah kelengkapan kehidupan,”

Suatu hari Saya selalu berharap tulisan ini menjadi penguat bagi kami saat kami berada di titi jatuh.
Allah adalah Maha Pengasih dan Penyayang terhadap hamba-Nya. Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya. Allah mengizinkan kebaikan selalu hadir dalam diri kita. Salah satunya dikirimkan lewat kekasih hati. Satu setengah tahun pernikahan telah kami lalui bersama. Harapan selalu kami hidupkan dalam keadaan apapun. Kami belajar banyak tentang menerima dengan ikhlas setiap celah kekurangan dalam diri kami masing-masing. Ikhlas ketika selalu direpotkan dalam segala permintaan manja. Bahkan setia dalam keadaan collapse sekalipun. Ujian akan selalu datang bagi Hamba-Nya yang menuju kebaikan. Kami berusaha melewati dengan tenang, walau kadang hati saya pernah merintih dan air mata telah mengalir. Saat itu yang kami butuhkan adalah kelapangan hati dan kekuatan saling mendukung. Hingga perlahan kami makin memaknai, bahwa sungguh cinta dan kasih sayang akan semakin kuat saat kita berdua saling menyadari titik terendah dalam ujian kehidupan adalah keikhlasan yang tanpa ada batas.

Sungguh, semakin larut dalam doa pada-Nya saya semakin yakin bahwa kekasih hati saya dan sungguh berani mengucapkan janji suci di depan Allah dalam akad pernikahan adalah jodoh terhebat saya. Ia mampu menghilangkan segala kesedihan di hadapan saya walau saya tahu bahwa hatinya hancur dalam menghadapi ujian rumah tangga kami. Ia mampu menguatkan meski saya paham bahwa ia hampir saja menyerah namun alasan kekuatan adalah diri saya. Ia selalu mengajarkan saya tidak pernah merubah pandangan baik kepada siapapun dan terhadap apapun karena ia sangat yakin bahwa menilai apapun baik maka akan menjadi doa baik. Sungguh.. doa saya terkabul, Allah kirimkan kekasih hati jodoh terbaik saya. Melengkapi separuh agama kami dan mendamaikan hati kami.

Sabtu, 08 Desember 2018

See You November

#TahunKetiga30 - See You Novemberous

Sebenarnya ini bukan akhir, tapi awal bagi Kita semua untuk lebih baik lagi. Saya mengucapkan terima kasih kepada admin yang selalu memantau track menulis Kami. Setia mengingatkan jika ada deadline yang tidak tuntas. Di event ini Saya merasakan punya pembaca setia. Setiap tulisan yang diposting selalu diapresiasi lewat direct message.

Awalnya hanya ingin belajar disiplin dari chalenge ini, tapi kok makin hari bikin nagih yaa min, hhe. Rajin stalker admin untuk membaca karya-karya teman-teman Novemberous. Setiap pagi selalu menebak, tema yang bikin hati terkoyak apa tema yang bikin imajinasi berpetualang. Tapi jujur min, banyak bapernya.

Setelah baca tulisan lainnya, seperti butiran debu di alam semesta yaa... Belum bisa se-out of the box lainnya. Ternyata dunia saya masih sempit. Harus lebih banyak baca dan traveling jauh sepertinya.

Untuk postingan kali ini tepat 1 Desember, karena semalam sedang flashback 30 tulisan. Intinya masih belum percaya jari ini akrab sama keyboard handphone. Hhehe..

Dalam doa, saya munajah kepada Allah.
"Semoga teman-teman semua dilimpahkan kesehatan, keberkahan, perlindungan dan umur yang panjang,"

Salam sayang

Minggu, 30 September 2018

6 Hal Merusak Pahala

Assalamu'alaikum. Wr. Wb.

Dear sahabat blogger, ilmu bisa menjaga diri kita dimanapun kita berada. Alhamdulillah hari ini mendapat ilmu yang mudah-mudahan menjadi pengingat diri kita semua. Terutama diri saya yang harus sering diingatkan tentang sabar dan kebenaran.

Salah satu ciri orang merugi adalah beribadah namun sia-sia ibarat melukis di tepi pantai yang selalu digulung ombak hingga tak ada bekas. Berikut ini adalah 6 sifat yang dapat merusak kebaikan yang pernah kita lakukan.

Berikut adalah penjabaran Al-mukarrom ustadzh Acep Firdaus, S.Pd.

Selamat membaca...

6 sifat yang merusak amal kebaikan

1. Mencari kesalahan org lain

Hakikatnya setiap manusia tidak memiliki kesempurnaan. Pasti ada kekurangan.
Pasti akan ada kesalahan. Setiap manusia punya aib dan kesalahan yang hanya dirinya tahu. Setiap kesalahan dan aib bukan untuk konsumsi publik.

Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّ  ۖ   اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًا    ؕ  اَ يُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ    ؕ  وَاتَّقُوا اللّٰهَ    ؕ  اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ
"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang."
(QS. Al-Hujurat: Ayat 12)

Jika kita selalu merasa lebih baik dari orang lain maka selalu ada kesempatan bagi kita mencari celah kekurangan bagi orang lain. Jika memang benar kesalahan itu ada maka menjadi bagian dari ghibah. Namun jika kesalahan itu tidak terletak padanya maka akan menjadi prasangka bahkan menuju ke arah fitnah.

Sama halnya kita harus menerapkan prasangka baik kepada Allah. Karena Allah sesuai prasangka hambanya. Jika Allah menguji kita dalam kesabaran maka lihatlah setiap ujung dari ujian adalah kebaikan yang bisa meninggikan derajat kita.

Barang siapa yg Allah kehendaki baik maka Allah berikan kemampuan membedakan mana yg baik dan buruk

Barang siapa yg Allah kehendaki baik maka Allah berikan musibah. Mari kita mengingat kembali firman Allah dalam surah Al-insyirah, kandungan ayatnya dalah bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Inilah janji Allah yang pasti dan berlaku bagi semua makhluknya.

Allah SWT berfirman:

مَنْ جَآءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَالِهَا   ۚ  وَمَنْ جَآءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزٰٓى اِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
"Barang siapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barang siapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi)."
(QS. Al-An'am: Ayat 160)

Allah selalu memberikan kebaikan dalam setiap ibadah kita. Orang yang mengamalkan rizki ibarat Sebutir biji yg menumbuhkan 7 tangkai dan setiap tangkai ada 100 bij yang tumbuh. Itulah janji Allah bagi setiap kebaikan yang dilakukan hamba-Nya.

2. Hati yang keras

Penyebab hati yang keras atau membatu adalah sebagai berikut :

a. Sombong

Sombong adalah sifat yang merasa paling baik dari orang lain.

"Tidak akan masuk surga dalam hatinya ada sekecil kesombongan"

b. Munafik
Berikut ini adalah 3 ciri tanda orang munafik :
Ada 3 tanda org munafik adalah jika berbicara berdusta, jika berjanji khianat dan jika diberi amanah maka tidak dapat dipercaya

3. Terlalu cinta kepada dundunia
Kita boleh mencintai dunia namun jangan terlalu mencintainya.
Ada pepatah yang mengatakan bahwa, "Genggamlah dunia di tanganmu bukan di hatimu,"
Pepatah tersebut mengajarkan kita untuk tidak mendominasi pada kenikmatan dunia. Karena dunia hanya sifatnya sementara.

Namun jika kita berpegang teguh pada, "Kejarlah akhiratmu maka dunia akan mengikuti," pepatah tersebut mengajarkan kita untuk mendahulukan Allah, Maha pemilik segalanya di alam semesta. Ini mengindikasi bahwa jika Allah melimpahkan kebaikannya sebesar dunia kepada kita maka niscaya akan menjadi milik kita.

Perlu kita refleksikan diri bahwa dunia hanya sementara dan kematian pasti bagi setiap insan yang bernyawa. Sesungguhnya yang paling penting adalah mempersiapkan bekal untuk akhirat.
Ada 3 perkara yang berkaitan dengan diri kita ketika meninggal
1. Keluarga
2. Harta
3. Amal kita

Keluarga dan harta akan kembali, tidak bisa dibawa dalam kematian kita namun amal kita tidak akan kembali. Amal kita yang akan menemani kita di alam kubur.

4. Sedikit rasa malu
"Malu adalah sebagian dari iman," zaman ini banyak viral di media sosial yang justru menunjukan hal yang seharusnya tidak ditampakan. Misalnya : aib, aurat, permusuhan, ujaran kebencian.

Salah satu jihad terberat bukan dalam peperangan namun melawan hawa nafsu. Bagaimana cara kita agar menumbuhkan rasa malu? Caranya adalah merasa ihsan ( merasa diperhatikan Allah) dan dzikrullah.

5. Panjang angan-angan

Kita boleh bermimpi setinggi langit namun harus tetap menapak tanah artinya meraih impian setinggi langit boleh saja namun harus menyadari juga realitanya. Justru beberapa kasus terjadi karena angan-angan yang tinggi tanpa usaha dan iman yang kuat justru malah menjadikan hamba lupa diri dan menghalalkan segala cara.

Impian menjadi bahan bakar semangat dalam menjalani kehidupan. Jika impian hanya sekedar difikirkan saja tanpa tindakan maka menjadi angan-angan kosong.

Impian tanpa aksi seperti "Talk more do less,"

6. Perbuatan dzolim yg tak berkesudahan

Perbuatan dzolim yang kadang kita tidak sadari pada diri kita adalah
a. Rasa malas
b. Ria
c. Dosa kecil
d. Dosa besar

Godaan syaitan terhadap diri kita dimulai dari rasa malas. Jika kita bisa melawan rasa malas maka syetan menggoda kita agar berbuat ria. Jika kita mampu melawan sifat ria maka syetan menggoda dengan dosa-dosa kecil. Tanpa kita sadari dosa kecil semakin lama menjadi banyak dan menjadi dosa besar.

Allah SWT berfirman:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ  مِّنَ السَّمَآءِ وَالْاَرْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا  كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. Al-A'raf: Ayat 96)

Semoga kita semua terhidar dari sifat-sifat yang dapat melunturkan pahala kebaikan kita.

Semoga bermanfaat.

Salam dari
Seseorang yang sedang belajar

Minggu, 26 Agustus 2018

Bersyukur

Assalamu'alaikum. Sahabat blogger... Rindu itu berat, itu si kata Dilan. Hhehe. Sama kayak rindu buat tulis post lagi.

Post kali ini adalah tentang makna bersyukur.

Beryukur adalah terima kasih atas nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita semua. Bersyukir patut untuk kita lakukan, karena di dalam rasa bersyukur, kita menghargai dan menghormati Kebesaran Tuhan yang sudah diberikan pada masing-masing kita semua.

Bersyukur tidak mudah untuk dilakukan, karena penilaian yang bisa diberikan bukan dari perbuatan dan perkataan kita saja, tapi Tuhan bisa melihat dalam Hati Kita yang sesungguhnya. Segala cobaan hidup yang terus mengguncang keadaan kita, membuat kita tidak bisa memberikan rasa syukur yang sepenuhnya.

Ada sebuah cerita mengenai seorang bapak yang pekerjaan sehari-harinya adalah Tukang Becak, dan suatu hari, dia melihat seseorang yang melintas dengan mobil mewah dihadapannya dengan pakaian yang sangat rapi, dan dia adalah salah satu boss dari perusahaan yang ada di negeri kita ini. Kemudian bapak tukang becak ini berkhayal, “Andai Saya bisa hidup seperti orang yang didalam mobil itu, pasti Hidup ini terasa Sempurna”.

Disaat yang sama, Bapak yang didalam mobil tersebut pun dengan masalah-masalah yang dihadapinya dalam bisnis yang banyak sekali rintangan yang harus dihadapi, diapun melihat pada tukang becak yang sedang santai di kursi becaknya, dan berkata dalam hatinya, “Andai Saya bisa seperti bapak tukang becak itu, tanpa banyak masalah seperti yang Saya alami, pasti Saya bisa lebih menikmati hidup ini”.

Dari cerita diatas, Kita bisa mengambil hikmah bahwa, manusia hidup tidak pernah merasa puas dengan keadaan yang diterimanya. Sudah bergelimang harta dan kedudukan tinggi, tidak membuat mereka mensyukuri apa yang mereka dapatkan. Begitu juga bila hidup walau tidak berlimpah harta dan kedudukan, tapi memiliki kehidupan yang cukup dan harmonis.

Ada dua nasehat adalah:
Bila kita sukses dalam hidup, janganlah lupa untuk Bersyukur, dan
Bila kita gagal, harus Bersabar dan jangan selalu melihat keatas, tapi lihatlah dibawah kita yang masih banyak dan lebih menderita.
Coba renungkan dua nasehat di atas, apakah Anda sudah bersyukur hari ini ? dan apabila hal tersebut dilakukan, Anda pasti akan merasa lebih baik, bersyukur dan bersabar menerima tantangan hidup ini. Semoga tulisan ini, bisa mengingatkan Kita semua bahwa Tuhan selalu memiliki rancangan hidup yang terbaik untuk Kita, dan bukan rancangan kegagalan.

Hal-hal Agar Kita Mudah Bersyukur

1. Melihat ke bawah untuk urusan duniawi. Dengan melihat ke bawah, kita akan mengetahui bahwa kita jauh lebih beruntung dan jauh lebih kaya dibandingkan jutaan manusia di muka bumi ini.

Banyak saudara kita yang tidak dapat makan, tidak memiliki tempat tinggal, menderita penyakit parah, hidup di daerah konflik, atau mengalami musibah bencana alam. Dibandingkan dengan mereka, bukankah apa yang ada pada diri kita jauh lebih baik? Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur bukan?

2. Selalu mengingat nikmat yang kita terima dari Allah. Kita tidak mungkin dapat menghitung nikmat yang kita terima dari Allah SWT saking banyaknya nikmat tersebut. Namun, selalu mengingat sebagian nikmat tersebut akan membawa kita pada rasa syukur.

3. Selalu mengucapkan alhamdulillah. Ucapan alhamdulilllah yang kita ucapkan setiap kali mendapatkan karunia dari Allah akan mengingatkan kita betapa Allah adalah Maha Pengasih dan Penyayang, yang selalu memberikan yang terbaik bagi manusia. Ucapan ini akan mengingatkan kita agar tidak lupa bersyukur.

4. Membiasakan diri untuk mengucapkan terima kasih. Ucapan terima kasih yang kita ucapkan setiap kali menerima kebaikan dari orang akan membiasakan kita untuk senantiasa bersyukur atas hal baik yang kita terima.

5. Berhenti mengeluh. Ketika menghadapi kenyataan yang tidak sesuai harapan, kita kerap kali tergoda untuk mengeluh. Mulailah mengubah kebiasaan ini. Lebih baik berhenti mengeluh dan segera produktif berkarya sehingga hasil yang baik akan kita dapat dan kita pun akan lebih mudah bagi kita untuk bersyukur.

Kita dapat mengawali hari kita dengan mengucap syukur atas hari yang baru, atas matahari yang dengan setia terbit tiap pagi. Kalaupun pagi itu hujan, tentunya tidak berkurang syukur kita. Tiba di kantor atau tujuan kita yang lain, kita bersyukur atas perlindunganNYA dalam perjalanan kita. Berjumpa dengan teman-teman, kita merasakan indahnya persahabatan.

Sering kita lupa, betapa beruntungnya kita mempunyai orang tua yang mengasihi kita, yang mencintai kita tanpa syarat, yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan kita dan berusaha memberikan pendidikan terbaik untuk kita.. Kita mempunyai saudara-saudara yang memperhatikan; tempat berbagi cerita, suka dan duka. Juga ada guru/dosen yang telah membagikan ilmunya kepada kita.

Kalau kita sakit, kita bertanya kepada TUHAN, mengapa kita diberi penyakit? Sedangkan kalau sehat, kita jarang mensyukurinya. Bersyukurlah kepada TUHAN karena organ-organ dalam tubuh kita bekerja dengan baik tanpa kita perintah. Panca indera kita membantu kita untuk melihat, merasakan, mendengar dan mencium indahnya ciptaan TUHAN (yang hanya kadang-kadang kita syukuri).

Tandanya bahwa kita harus bersyukur selama nafas kita masih berhembus.

Kenapa kita harus bersyukur ?

1) Bersyukurlah karena kita tak memiliki semua yang kita inginkan, karena jika iya, apalagi yang hendak kita cari? Bersyukurlah saat kita tak mengetahui sesuatu, karena itu memberi kita kesempatan untuk belajar. Bersyukurlah atas masa-masa sulit yang kita hadapi, karena selama itulah kita akan tumbuh dewasa & belajar. Bersyukurlah ...atas kesalahan-kesalahan yang kita perbuat, karena itu memberi motivasi untuk menjadi lebih baik.

2) Saudaraku, mensyukuri nikmat Allah berarti kita memanfaatkan segala anugerah Allah tersebut untuk melakukan ibadah dan kebaikan. Pepatah mengatakan bahwa orang yang paling bahagia ialah orang yang pandai bersyukur. Kebahagiaan yang dirasakannya tidaklah semasa hidup di dunia saja, melainkan Allah telah menjanjikan pula... kebahagiaan di akhirat bagi hamba-hambanya yang bersyukur.

3) Kita harus menyadari bahwa yang lebih berhak atas diri kita hanyalah Allah SWT. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur dengan apa yang diberikan-Nya, apapun itu.

4) Syukuri kenikmatan yang sudah diberikan, jangan hanya berkeluh kesah tentang penderitaan yang baru datang. Sebab jika kita bandingkan kenikmatan yang sudah diberikan jauh melebihi penderitaan yang baru datang. Sebab kurangnya bersyukur merupakan cacat yang harus dibersihkan. Karena bisa saja, cobaan datang kepada kita karena kurangnya kita bersyukur.

6) "Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan." (QS Luqman: 20)

7) "Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur" (QS As Sajdah: 9)

8) Diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya manusia yang paling banyak bersyukur kepada Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi mereka yang lebih banyak bersyukur (berterima kasih) kepada manusia dan pada riwayat lain: Tidak bersyukur kepada Allah orang yang tidak mau berterima kasih kepada manusia.” (Hadis disahihkan Tirmidzi dan lainnya).

9) "Sesungguhnya rezeki mencari seorang hamba sebagaimana ajal mencarinya." (HR. Ath-Thabrani)

10) "Dua hal apabila dimiliki oleh seseorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberi kelebihan." (HR. Tirmidzi)

11) "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." (QS. 2:120)

12) Apabila seseorang melihat orang cacat lalu berkata (tanpa didengar oleh orang tadi): "Alhamdulillah yang telah menyelamatkan aku dari apa yang diujikan Allah kepadanya dan melebihkan aku dengan kelebihan sempurna atas kebanyakan makhlukNya", maka dia tidak akan terkena ujian seperti itu betapapun keadaannya. (HR. Abu Dawud)

13) Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, pesankan sesuatu kepadaku yang akan berguna bagiku dari sisi Allah." Nabi Saw lalu bersabda: "Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari (kelelahan) dunia, dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah doa. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul." (HR. Ath-Thabrani)

14) Jika engkau miskin bersyukurlah karena engkau akan sedikit mempertanggungjawabkan hartamu. Jika engkau kaya bersykurlah karena engkau mempunyai banyak kesempatan beramal. Apapun yang terkadang kita anggap kekurangan sesungguhnya itu rahmat jika kita mensyukurinya. Apapun yang kita anggap nikmat bisa jadi azab jika kita tidak mensyukurinya...

15) "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati, agar kamu bersyukur." (An-Nahl: 78)

16) Bersabda Rasulullah saw: “Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kalian dan janganlah kalian melihat kepada orang yang lebih tinggi dari kalian, karena yang demikian itu lebih pantas agar kalian tidak menganggap rendah nikmat Allah Ta’ala yang telah dianugerahkan kepada kalian.” (Muttafaq ‘alaih)

17) "Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)." (QS. ad-Dhuha: 11)

18) Ibnu al-Qayyim merumuskan tiga faktor yang harus ada dalam konteks syukur yang sungguh-sungguh, yaitu dengan lisan dalam bentuk pengakuan dan pujian, dengan hati dalam bentuk kesaksian dan kecintaan, serta dengan seluruh anggota tubuh dalam bentuk amal perbuatan.

19) Baik kepadamu maupun kepada nabi sebelummu telah diwahyukan: "Jika engkau mempersekutukan Tuhan, maka akan terbuang percumalah segala amalmu dan pastilah engkau menjadi orang yang merugi. Karena itu sembahlah Allah olehmu, dan jadilah orang yang bersyukur." (Az-Zumar: 65-66)

20) Dari Anas r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya Allah itu niscayalah ridha kepada seseorang hamba yang makan sekali makanan lalu ia memuji kepada Allah atas makanan itu serta ia minum sekali minuman lalu memuji kepada Allah atas minuman itu."

23) “Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada- Nyalah kamu akan dikembalikan.” (QS. Al Ankabut: 17)

24) “Barangsiapa tidak mensyukuri yang sedikit maka dia tidak akan mensyukuri atas yang banyak dan barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada manusia maka dia tidak bersyukur kepada Allah. Menceritakan sebuah nikmat kepada orang lain termasuk dari syukur dan meninggalkan adalah kufur, bersatu adalah rahmat dan bercerai berai adalah azab.” (Madarijus Salikin 2/248)

25) "Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An Nahl : 18)

10 Manfaat dari Bersyukur

1. Menjaga kesehatan mental remaja. Remaja yang pandai bersyukur tentulah lebih bahagia. Selain itu mereka juga dikenal memiliki pandangan yang lebih baik terhadap hidupnya, bertingkah laku lebih baik di sekolah hingga lebih bisa diharapkan ketimbang teman-temannya yang kurang bersyukur.

"Lebih pandai bersyukur mungkin adalah hal yang diperlukan oleh masyarakat kita untuk menumbuhkan generasi yang siap membuat perbedaan pada dunia," kata peneliti Giacomo Bono, PhD, seorang profesor psikologi dari California State University.

2. Meningkatkan kesejahteraan. Sebuah studi pada tahun 2003 yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology, rajin bersyukur dapat mendorong kesejahteraan seseorang. Pandangan hidup orang yang melakukannya pun jadi lebih cerah serta memunculkan hal-hal positif yang lebih besar pada orang tersebut.

3. Nilai akademis yang lebih baik. Siswa sekolah menengah yang pandai bersyukur terbukti memiliki nilai akademik yang lebih bagus, termasuk dalam hal integrasi sosial dan kepuasan terhadap hidup daripada rekan-rekan mereka yang kurang bersyukur. Hal ini diungkap sebuah studi pada tahun 2010 yang ditampilkan dalam Journal of Happiness Studies.

Peneliti juga menemukan bahwa remaja yang pandai bersyukur lebih jarang mengalami depresi atau mudah cemburu.

"Lagipula jika dikombinasikan dengan studi sebelumnya, penggambaran manfaat rasa syukur itu lebih jelas terlihat saat remaja," ungkap peneliti.

4. Menjadi teman yang lebih baik bagi orang lain. Berdasarkan sebuah studi pada tahun 2003 dalam Journal of Personality and Social Psychology, rasa syukur juga dilaporkan dapat mendorong perilaku sosial yang positif seperti membantu orang lain yang tertimpa masalah atau memberikan dukungan emosional pada orang lain.

5. Tidur lebih nyenyak. Menuliskan berbagai hal yang patut disyukuri sebelum beranjak tidur dapat membantu seseorang tertidur lebih nyenyak. Fakta ini diungkap sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Applied Psychology: Health and Well-Being.

Secara spesifik, peneliti menemukan bahwa ketika seseorang menghabiskan waktu 15 menit untuk menuangkan segala hal yang mereka syukuri ke dalam sebuah jurnal sebelum tidur maka orang yang bersangkutan akan lebih cepat tertidur dan tidur lebih lama.

6. Memperkuat hubungan dengan pasangan. Sebuah studi yang ditampilkan dalam jurnal Personal Relationship mengungkapkan bahwa mensyukuri setiap hal terkecil yang dilakukan pasangan membuat hubungan seseorang dengan pasangannya dijamin akan lebih kuat.

Sama halnya jika Anda membuat jurnal tentang segala hal yang Anda syukuri dari pasangan karena hal itu juga akan memberikan dampak positif bagi hubungan.

7. Menjaga kesehatan jantung. Pada tahun 1995, sebuah studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Cardiology menunjukkan bahwa apresiasi dan emosi positif dapat dikaitkan dengan perubahan variabilitas detak jantung. Hal ini dianggap bermanfaat dalam terapi pengobatan hipertensi dan mengurangi kemungkinan kematian mendadak pada pasien gagal jantung kongestif dan penyakit jantung koroner.

8. Memperkuat moral tim. Atlit yang pandai bersyukur lebih sedikit mengalami kelelahan dan lebih banyak mendapatkan kepuasan hidup, termasuk kepuasan terhadap kinerja timnya.

9. Sistem kekebalan yang lebih sehat. Rasa syukur juga dikatakan berkaitan dengan optimisme sehingga mendorong sistem kekebalan tubuh menjadi lebih sehat.

Salah satunya dibuktikan oleh sebuah studi dari University of Utah yang menunjukkan bahwa mahasiswa jurusan hukum yang stres namun tetap optimis terbukti memiliki lebih banyak sel-sel darah yang meningkatkan kesehatan sistem kekebalan ketimbang rekan-rekan mereka yang pesimis.

10. Mencegah emosi negatif akibat datangnya musibah. WebMD melaporkan bahwa musibah dapat mendorong munculnya rasa syukur dan hal itu dapat meningkatkan perasaan saling memiliki sekaligus menurunkan stres.

Setelah membaca sampai akhir maka kita menyimpulkan bahwa yang terbaik dalam bersyukur adalah tidak hanya dalam pikiran dan ucapan tapi juga harus disertai tindakan. Bersyukur dalam pikiran dan kata-kata adalah titik awal yang baik. Namun kekuatan sebenarnya dari rasa syukur datang ketika kita memasukkannya ke dalam tindakan.

Bagaimana kita menempatkan syukur ke dalam tindakan? Dengan membuat sebagian besar hal-hal baik yang kita miliki. Bila kita menimbun dan menyembunyikan diri, maka mereka segera layu dan mati. Ketika di sisi lain kita menempatkan mereka untuk menggunakan hal-hal baik, maka dalam kehidupan kita tumbuh dan berkembang biak.

Tidak ada cara yang lebih baik untuk menunjukkan rasa syukur dan penghargaan untuk sesuatu daripada menggunakannya untuk hal positif, produktif, tujuan kreatif. Lakukan itu, maka nilai kita sudah tumbuh memiliki bahkan lebih berharga. Apa pun yang kita miliki adalah benar-benar milik kita kecuali kita benar-benar bersyukur untuk hal itu. Agar benar-benar efektif dan bersyukur untuk itu, manfaatkan sepenuhnya dan ia akan berbuah. Hidup dengan rasa syukur dalam hati, pikiran kita dan yang paling penting, dalam setiap tindakan kita. Semua hal baik yang kita gunakan akan tumbuh lebih baik.

"Bukan menunggu bahagia baru bersyukur, tapi karena bersyukur maka akan bahagia,"

"Tak ada hidup yang sempurna, karena kesempurnaan hidup dimulai dari bersyukur,"

Yuks belajar dari mensyukuri hal yang paling kecil sekalipun.

Semoga bermanfaat sahabat blogger.

Salam sayang
Eka Nurwati

Selasa, 03 Juli 2018

Pengen Nikah Muda?

Assalamu'alaikum...

Dear sahabat blogger.

Sebenernya dari kemarin sudah ga tahan pengen bahas soal, "Pengen Nikah Muda, Nikah Aja Deh, Sudah Lelah Lagi Ga Syantik Pengen Nikah Muda, dan sederet judul yang intinya sama kapan si nikah?

Kemarin ga sengaja stalker FB temen, " Duh ketahuan gue tukang stalker" ada gambar yang captionnya gini :

Dear ukhti berhijrah, ada bahasan lain selain nikah ga? Contohnya, encourage cewe lain biar jadi sekeren dan se-fearless Khadijah. r. a., se-mandiri Siti Hajar waktu ditinggal suaminya berdakwah, sepintar Aisyah dalam mengingat hadits.

Cukup menggugah jari pengen ikut nimbrung dan kasih komentar tapi well di blog ini mudah-mudahan perasaan daku lega.

Setelah momen lebaran pasti ada beragam pertanyaan dari siapa saja yang ketemu sama kamu dan begini draf pertanyaannya,
1. Usia berapa sekarang, udah gede yaa dulu masih bocah banget? "Itu dulu kalee wkwkkw"

2. Sekolah dimana? Negeri apa swasta? Kuliah yaa? Negeri? Oh di swasta. "Terus ada klasifikasi kingdom perguruan tinggi gitu ya wkwkkw"

3. Kerja dimana? Gaji berapa? Hah nganggur? Emang ga ngelamar apa? Trus kita bales aja "Ngelamar anak om aja gimana pake cinta dan sejumput kasih sayang, ckckkckcck"

4. Mana calonnya? Kok ga dibawa? "Lagi lebaran sama keluarganya dong om," nah kalau yang jomblo, "Aku lagi fokus karir om," dibales sama si om, "Ah bilang aja jomblo," wkwkkwkw

5. Kapan nikah? Sebuah pertanyaan yang intinya sih kepo tapi kok ngena yaa, hiks hiks

6. Kalau sudah menikah, Udah isi belum? "Udah om," bales paling lembut. "Oh berapa bulan?" bales lagi paling ramah, "Bulan kemarin cilok, bulan ini diisi ketupat kayaknya bulan besok pizza deh ditraktir om yaa," jreng-jreng.

Semua pertanyaan tadi memang nyata terjadi dan bukan fiktif belaka. Saya pun merasakannya sendiri, untungnya si Cinta kasih pengertian yang lembut supaya bisa mendengarkannya dengan baik. Semakin berjalannya waktu saya belajar buat tidak teramat kepo dengan keputusan seseorang dan memilih jalan takdirnya. Tidak banyak komentar tentang takdir yang ia jalani. Semua sudah ada porsinya masing-masing.

Tingkat kebaperan terjadi saat di usia yang dianggap layak namun masih betah pacaran atau masih betah sendirian dan belum ada keputusan menikah.

Jujur, saya teringat kisa teman saya. Kalau waktu bisa diputar kembali, ia ingin menemukan takdir berjodoh dengan suami lewat caranya berkomunikasi dengan Allah. Bukan karena ga sengaja ketemu di suatu tempat, tubrukan bareng atau saling tukar pin bb. "Yeee FTV kali."

Saling komunikasi dan mengenal satu sama lain. Semakin berjalannya waktu ia baru menyadari bahwa kesungguhan cinta adalah pernikahan.

"Tidak ada obat penawar rindu antara dua insan selain pernikahan,"

Berhubung waktu itu ia tengah menyelesaikan pendidikan dan pasangannya siap menunggu sambil memapankan diri. Pertemuan, perjalanan, semua dilewati bersama. Hingga akhirnya menikah dan berumah tangga.

Saya bertanya, "Lalu benarkan pada akhirnya menikah dengan seseorang yang didambakan?"

Lalu ia menangis dan menjelaskan semuanya. Menjalani kehidupan berumah tangga ia menyadari bahwa banyak dosa yang harus ditanggung untuk menuju pernikahan. Zina mata, tangan, ucapan, fikiran, hati semuanya lumrah saat itu. Semua berbalut dalam kata pacaran. Ia menyadari dan akhirnya mendirikan shalat taubat untuk menghapus kegelisahannya. Menangis dalam doanya untuk bertaubat atas dosa yang mereka lakukan.

So well, aku jadi terharu. Ada saat titik rendah hambanya dan meminta kesempatan pengampunan untuk bisa tenang dalam kehidupan. Korelasinya dengan menikah? Islam sudah menjelaskan secara pasti soal zina tanpa ikatan halal adalah dosa besar dan kita wajib meninggalkan zina.

Allah telah memuliakan manusia dalam ikatan suci pernikahan dan akadnya menggetarkan hati dan pengen nangis kalau dengernya mah. Hiks hiks.

Lalu gimana soal menikah muda?

Ada quotes dari Merry Riana yang bisa kita pahami,

"Menikah bukan karena sepi"

Menikah bukan ajang lomba lari marathon yang saling bertekad untuk saling cepat-cepatan. Menikah bukan untuk mencari teman supaya bisa cekikikan bareng.

Yuks kita tengok kedua orang tua kita yang sampai saat ini membesarkan kita dan semua perjuangan mereka untuk bisa membina keluarga.

Menikah itu harus siap. Bukan karena sepi. Ada tanggung jawab di kedua pundak pasangan. Tanggung jawab sebagai pencipta peradaban baru. 

Lho kok bahasannya berat si? Iyaa yang enteng itu kapas. 

Peradaban itu dimulai dari keluarga kecil. Majunya peradaban dimulai dari keluarga. Bahkan aku pernah baca, "Jika ingin menghancurkan peradaban maka rusak wanitanya," 

Dalam berumah tangga, suami adalah penggerak peradaban dan istri adalah rahim kehidupan. Nah kalau sudah sampai sini bahasannya jadi makin paham mau dibawa ke mana arah pernikahan. 

Menikah itu enak ya?

Engga semua serial drama korea ada di pernikahan kita. Bahkan guru liqoat ku pernah bilang, "Menikah itu membuka gerbang masalah baru." Agak syok juga pas dijelaskan kalimat itu. Beliau menyarankan bukan untuk menakuti. Artinya kita harus siap lahir batin ketika dua kehidupan berbeda ada dalam satu atap rumah. Karena ga semua kehidupan manis kayak gula. 

Sebagai suami yang bertanggung jawab harus memenuhi nafkah lahir batin. Aku ulang yaa, lahir dan batin. Kebutuhan jasmani dan rohani harus dipenuhi untuk keluarga tercinta. Sandang, pangan, papan penting karena menikah merubah kehidupan seseorang. Contoh gampang di masyarakat, si istri pakai baju yang ga layak dan tetangga mengomentari tentang tanggung jawab suaminya yang ga mampu belikan baju yang bagus. Terus gimana tanggung jawab suaminya??? Itu contoh sajaaa ya..

Dalam pernikahan ada rezekinya kan? Iyaa Allah maha menjamin semua kebutuhan hamba-Nya. Selalu ikhtiar dan tawakal karena rezeki itu dijemput bukan ditungguin aja.

Aku apresiasi buat yang sedang menjaga kesucian dan tengah berusaha memantaskan diri. Karena jodoh adalah cerminan diri kita. Menjaga kesucian bukan hanya tugas perempuan. Laki-laki juga harus. Karena barang bagus kualitas bagus. Ga murahan atau abal-abal. 

Aku apresiasi yang punya prinsip kalau semua harus dipersiapkan. Apresiasi yang lagi berusaha memantaskan finansial agar sandang pangan papan si kesayangan halal nanti terjamin. Semua ga masalah kok. Asal tidak dalam balutan zina.

Kata Afgan kan, "Jodoh pasti bertemu, kalau belum yaaa sabar," sambil jalan-jalan jauh, buka toko, bikin usaha, olahraga, bikin komunitas, kegiatan kemanusiaan dan masih banyak lagi cara kita menyibukkan diri dari ga melulu bahas jodoh dimana????

Semua adalah pilihan. Jika kita memilih pasangan untuk menikah di usia muda tandanya kita siap menerima apapun yang ada dalam biduk rumah tangga. Pilihlah pasangan yang menjadikanmu ratu sepanjang hayat bukan jadi wanita yang terpenjara dalam pilihannya. Allah selalu melimpahkan keberkahan karena pernikahan adalah melengkapi separuh agama.

Setan itu paling kesel kalau ada yang menikah, karena setiap pandangan ke pasangan halal adalah ibadah. Setan paling bahagia kalau ada yang zina, karena setiap zina tandanya sedang direkrut jadi temen di neraka. Naudzubillahi mindzalik...

Tulisan di atas adalah pengingat diri saya agar lebih memaknai kehidupan.

Mohon maaf lahir batin.

Salam sayang