Jumat, 07 Februari 2014

Stars like a dream

Surat dunia....

Manusia ga mungkin ga punya mimpi. Karena kita hidup maka kita akan bermimpi. Mimpi bukan hanya bunga tidur dan habis di kala pagi tapi mimpi adalah bunga kenyataan yg akan ada tanpa ada batasan periode.
Mimpi itu gratis lho... bayarnya pas usaha. Karena yg berusaha adalah mereka yg yakin sekali dengan mimpinya. Kalau diibaratkan lagi, mimpi itu seperti bumi yg merindukan hujan. Kita sebagai bumi yg ditempa dengan semangatnya cahaya matahari hingga tanah retak retak maka mimpi adalah hujan yg paling dirindukan. Yg setiap tetesnya akan jatuh sebagai air yg meresap dalam tanah. Begitulah mimpi yg jatuh dan meresap dalam diri kita. Dan bermimpi buat kita tak pernah merasa jatuh sekalipun karena saat kita mulai jatuh di keadaan kritis dan titik terendah, mimpi yg bangunkan kita buat terus up and up. Buatku pribadi, mimpi itu seperti bintang di langit banyak dan berkelip. Walau hanya bersinar pada malam hari tapi mimpi inilah yg buat kita tahu akan bersinar seperti apa keesokannya.
Shoot a dream and get your dream.

Love thing

Surat dunia....

Senja.... 5 huruf yg membuatku selalu terbayang ketika ada yg mengucapkannya. Tentang 3/4 hari yg telah berjalan dan meninggalkan bekas mendalam di atas bumi. Senja.... satu yg ku nanti untuk  menyambutnya lalu mengucapkan tasbih atas maha karya semesta yg sempurna. Senja.... perjalanan matahari yg akan pulang bersama milyaran kisah kehidupan di bumi yg mengetuk mata hati. Dan ditutup dalam balutan renda jingga yg tertumpah di daratan awan yg meluas. Menyampaikan salam pisah bagi matahari yg tenggelam ke barat.

Senja.... dengan semilir angin yg menerpa wajahku. Aku tetap terdiam dalam syukur tak ada habisnya. Dalam waktu yg berteman dengan goyangan ilalang dan aku, yg memejamkan mata menikmati jingga langit dan jingga biru langit hati yg tetap istiqamah.

Love act.

Surat dunia.
Aku sudah jatuh cinta berat dengan kata. Cinta yg berlabuh lewat sebuah film yg inspiratif "perahu kertas" dan berlanjut dalam kisah fiksi fiksi selanjutnya. Berharap bisa terus setia menulis dan melatih kesabaran dan emosi lewat tulisan.
Aku sudah jatuh cinta lewat tulisan. Tulisan yg telah tercurahkan di atas kertas hingga berlembar lembar menggunung untuk tersimpan. Setiap inspirasi jatuh pada hal yg sama. Pada tujuan yg sama namun tak pernah kehabisan untuk tetap menulis apa yg aku rasakan atau apa yg akan aku laksanakan ke depan atau apa yg orang rasakan dan mereka ceritakan padaku. Tulisan ini tidak hanya ingin berakhir dalam lembaran putih file diaryku  atau hanya jadi skenario fiksi yg buat aku kelebihan batas bangga untuk diri sendiri . Aku berharap kisah yg memang nyata atau kisah yg angan angan bisa terbaca dan bermanfaat untuk orang lain.
Karena sungguh.... sejak saat itu, aku mulai jatuh cinta. Lewat kata yg sederhana tapi makna yg teresap. Aku jatuh cinta pada tulisan.... pada kata yg seolah hidupkan imajinasi dan rangkaian nafas segar nan semangat dalam diri ini. Aku akui aku jatuh cinta....

Selasa, 04 Februari 2014

Kaptennya Eka

Surat dunia....

Dear Lutfi dan Andi.

Aku tahu kalau sayang itu ga sepenuhnya 100 % kalau hanya lewat tulisan. Sayang itu tindakan kan? Kalau kalian sudah hebat sayangnya sama mba eka. Tapi mba rasa sayangnya mba ke kalian belum sepenuhnya.
Setiap hari mba sedikit waktu di rumah. Hanya malam dan subuh itu pun kalau mba masih fit dan sehat. Bisa saja mba pulang habis dinas, capek dan langsung tidur.
Waktu benar benar mahal sekarang untuk bersama kalian. Kalian masih kecil perlu banyak pendampingan seorang kakak. Tapi bagaimana coba kalau kakaknya saja belum bisa hadir 100 % di waktu kalian. Untuk saat ini...
Sayangku lutfi.... aku rindu waktu dimana pagi kita bisa jalan jalan ke lapangan atau nonton kartun favorit kita. Lalu memandikanmu dan menyiapkan bajumu. Lalu menemanimu jajan ke warung atau bermain lego di rumah. Membaca buku cerita anak dan mewarnainya. Aku rindu saat sederhana itu. Tidur malam bersamamu dan terbangun karenamu juga. Setiap apa yg kau mau akan aku turuti dengan syarat "kiss to me". Itulah ciuman rindu yg ingin aku nikmati dari adikku tersayang.
Dear Andi....
Hmm.... kau sudah abg sekarang. Pernah satu malam kau cerita padaku tentang kesukaanmu di musik reage. Astaga ! Aku panik. Karena musik jenis apa itu ? Tanyaku. Lalu ku pantau setiap foto dan data terima di handphonenya untuk memastikan semua aman. Yaaa... aku hanya khawatir kau nakal saja karena kau sudah mengerti tentang apa yg kau sukai. Sayang.... belajar dewasa ya. Sayang sama lutfi. Setiap hari dengar celotehan kalian itu menyenangkan. Setiap hari menyambut kalian sebelum berangkat kerja itu hal yg tak lupa tertinggal. Dan menghadiahkan sesuatu untuk kalian, pelan pelan aku turuti.
Doakan mbakmu yaaa sayang. Mudah mudahan bisa sehat dan sayang terus sama kalian.
Kalau mba boleh cerita, dulu... ketika mbak TK, mbak ingin punya adik laki laki. Dan Andi, adik mbak yg mbak sayang. Lalu waktu SMP mbak dapat hadiah dari Allah yaitu lutfi jadi adik yg paling kecil. Sungguh hadirnya kalian adalah pengharapan yg terbalut kerinduan. Andai ada hal yg lebih bisa mbak berikan untuk kalian, mbak tidak kasih itu. Mbak kasih diri mbak untuk kalian.
Kita bertiga sepakat yaaa.... buat masa depan yg membahagiakan buat Ayah dan mama. Siap!

Senin, 03 Februari 2014

Ayah Sayang....

Surat Dunia...

Ayah,
Pagi itu kau sengaja memintaku duduk di sampingmu untuk bercerita akan satu hal yg sangat penting.
"Kamu sudah besar ka, sudah paham mana yg bermanfaat untukmu. Bapak tahu kamu ingin sekali menjadi guru. Tapi sadarlah guru memang penuh pengabdian. Untuk memenuhi kebutuhanmu belum tentu cukup jadi carilah hal positif yg bisa membantu keuanganmu."
Sungguh aku tercekat mendengar kata yg begitu menyadarkan kenyataan.
"Sekarang kamu menjalani apa yg kamu suka, tapi fikirkanlah ke depan. Kebutuhan, ekonomi dan segala hal yg melibatkan keuangan," lanjut ayah.

Ayah.... aku tahu aku masih muda. Masih perlu banyak belajar. Kau tahu, aku belajar banyak hal jika sedang duduk di sampingmu. Ketika aku pandangi dua bola matamu yg memancar keletihan itu sudah menjawab semua perjuanganmu untuk mama, upi, andi dan aku. Aku belajar untuk tidak hanya menjalani apa yg aku sukai tapi jalani apa yg menjadi tanggung jawab. Aku ingat malan itu, 3/4 malam sudah berjalan, engkau baru pulang dengan mengangkut sound system yg habis disewa. Kau tetap tersenyum menyambutku yg membuka pintu. Setelah itu kau tak berkata apa apa lagi. Keluh kesahpun tak ada.

Aku ingat lagi saat hujan turun, aku ingin hanya kau yg menjemputku. Kau datang untuk memenuhi cintamu padaku. Aku mengajakmu untuk berjalan jalan malam di tengah hujan tapi kau tetap turuti semua langkah kakiku pergi.

Aku ingat saat malam yg bertabur bintang dan segala sinar yg cerah sepanjang jalan. Dan kisah keuntungan pertama dari bisnis kecil kecilanku. Aku ingin berbagi bersamamu. Aku ajak kamu ke restoran yg cukup enak untuk kita nikmati berdua. Tapi apa tanggapanmu, "lain kali keuntungannya dipakai uang jajan adikmu saja, bapak udah kenyang dengan menu seperti ini," ucapnya. 

Ya Rabb... ayah, aku hanya ingin membahagiakanmu sebisaku. Kau sosok yg buatku bangga menjadi putrimu. Kebanggaanku semakin melekat saat kau ajarkan aku untuk bisa mandiri untuk pendidikanku. Ayah.... aku sayang ayah, aku ingin menjadi guru melanjutkan pengabdian ayah. Aku ingin bisa bertemu banyak orang dan belajar menjadi orang besar. Ayah... bila saatnya tiba, aku ingin mengajakmu bukan ke restoran, tapi ke tanah suci. Dekat dengan Allah. Aku rasa itu pantas untuk menjadi hadiah atas semua pengorbananmu untuk keluarga. 

Aku akan menjadi pribadi yg bisa menebar manfaat dan menampung berkah yg melimpah. 

Untuk kebijaksanaan, ketegasan, tanggung jawab serta disiplin dalam hidup ini. Bismillah... aku menjalankannya. 

Terima kasih, ayah tersayang....

Minggu, 02 Februari 2014

Terbaik yg pernah ku miliki

Surat dunia....
" Bu... sudah 19 tahun aja putrimu ini," kataku yg mengingatkan.

Hmmm.... boleh aku bicara
Mam...

Aku belum jadi putri yg terbaik, 

Ternurut, terajin, terkalem

Untukmu mam...

Tapi mama sudah jadi segalanya buatku.

Teman curhat, penasihat masalah yg bijak, idola paling panutan, perempuan yg paling dermawan uang jajan, konsultan fashion yg oke, koki yg handal, desain interior kamar yg keren dan teman shopping yg asik.

Mama.... segala kekuranganku tak pernah engkau keluhkan.

Tapi segala yg tak sempurna yg kudapat 

Aku selalu angkat bicara dan menuntut.

Mama.... aku memang belum bisa jadi apa-apa.

Aku hanya bisa mengukir senyum sebentar lalu menghilangkannya.

Dengan perkataan, sikap yg bisa saja menggores luka yg harusnya tak pantas tergores.

Mama... kadang aku belum paham isi hatimu.

Pernah aku dengar kau semalaman menangis lalu menyebut namaku.

Entahlah itu tangis haru atau tangis sedih...

Aku hanya ingin selalu bersamamu.

Menikmati masakanmu...

Perhatianmu

Ajakan shalat malammu

Kasih sayangmu

Cintamu yg merasuk di hari kehidupanku.

Super mom..  love you

 

Bayangan visioner

Surat duniaku..
Percayalah, Allah tidak akan pernah tidur dan mendengar doa setiap hamba. Mentari dc

Mengenal semangat kalian itu luar biasa. Selalu berusaha jadi yg terdepan dalam keadaan apapun. Selalu tidak perduli dengan cibiran orang yg mengolok kita yg penting kita tak mencibir mereka kembali. Selalu berusaha menolong walau situasi sedang terjepit sekalipun. Terima kasih.... atas semua kepercayaan yg kalian tumbuhkan untukku. Memang jalan tak selamanya lurus, kadang ada belokan tapi mudah mudahan tak jumpai jalan buntu. Dulu.... saat kita sudah memilih untuk melanjutkan hidup yg tidak seperti teman teman lainnya, langsung kuliah... kita berusaha sangat percaya pada diri kita. Kita mampu untuk jalani dan kuat di jalan kita. Dulu... saat semua berbicara tentang ptn dan semua hasilnya, kita hanya diam dan dalam hati berdoa. Kita tahu bahwa diri ini ingin merasakan kuliah layaknya teman teman semua tapi belum saatnya. Kita tekan ego kita untuk mendahulukan keluarga. So klasikal alasannya... tapi saat kita sendiri yg merasakan dan mempertimbangkan keadaan kita akan berkata hal ini cukup sulit untuk diterima. Untuk semua harapan dan mimpi bergelar sarjana, semoga kelak bisa terwujud dengan usaha sendiri. Semua tujuannya sama hanyaa jalannya yg berbeda. (Defianty)
Dimanapun kalian berada, semangat buat tetap bangkit jangan low yaa... terima kasih atas bayangan visioner yg selalu membanggakanku memilih jalan yg sekarang.