Minggu, 12 April 2020

Pagi

Kamis, 9 April 2020

Pagi.

Ada yang tetap bertahan untuk keluar demi rupiah dan nafkah.
.
.
Ia masih tetap berjalan dan berharap rezeki lebih baik dari kemarin.
.
.
Ada yang tetap berkendara ke tempat kerja. Demi menyelamatkan banyak hal.
.
.
Mereka yang masih setia mengantar barang menjaga amanah demi kita bisa makan-makanan sehat.
.
.
Atau dia yang berjibaku dengan sambungan arus listrik dan memastikan rumah kita tetap terang dan kita bisa charger hp.
.
.
Atau mereka yang masih bisa menebar senyum sambil menghitung uang setoran tunai dari kita. Atau kita yang malah butuh untuk beberapa lembar uang demi bisa makan di hari-hari  diam di rumah.
.
.
Untuk semua pengorbanan dan perjuangan jangan lupa awali dengan kehangatan. Misal teh manis hangat dan lihat senyum keluarga. .
.
Sabar... Semua ini adalah kekuatan. Bahwa Allah sedang sayang pake banget sama kita semua.

Bye Maret

Akhir Maret-

Desember 2014 saat perjalanan ke Denpasar Bali ada seseorang yang bilang setelah baca setiap tulisanku di binder. Hehehe maklum dulu belom belajar blogspot.com atau kelola web pribadi jadi mainnya kek diary gitu. .
.
"Apa yang kita tulis mempengaruhi alam bawah sadar kita. Lalu akan berusaha diwujudkan dan dikabulkan kenyataan."
.
.
Makanya beliau ini gambarin simpelnya soal selera lagu. Dulu sih suka yang melow kayak lagu stinky "Mungkinkah" tapi kenyataan terbawa emosi dengerin lagu itu jadi "Engga mungkin" sama doi. Bukan jodoh.
.
.
Maka dari itu pesen beliau simpel banget. Tulis yang baik-baik. Karena tulisan itu adalah doa. Sama kayak kita berfikir baik. Efeknya baik. Sebaliknya, berfikir buruk malah jelimet.
.
.
Semoga Allah mengampuni dosa kita semua. Sehat semua. Dalam lindungan Allah. Bisa kumpul sama keluarga. Nyapa santuy temen kerja. Dan bisa lihat abang cilok dan gerobakan lainnya normal jualan.
.
.
-di sela rintikan gerimis.

Arep Mulih, Ra Iso

Senin, 6 April 2020 pukul 01.18

Kangen arep mulih, ora iso.

Suara rintik hujan masih terdengar. Mata pun masih belum terpejam. Tips cepet tidur sebenernya mudah, kalau aku tipe yang fikirkan hal-hal yang baik dan menyenangkan.
.
.
Salah satunya, pulang kampung. Sudah 1 tahun lalu dateng ke kota ini bersama suami. Yang menyenangkan dari pulang kampung itu euforia perjalanannya.
.
.
Sebenernya rindu naik bis AKAP (Antar Kota Antar Provinsi). Rindu perjalanan lewat tol yang tiap pintu gerbangnya pasti dibaca. Hehehe. Kerajinan absen nama pintu tol.
.
.
Pasang headset kanan kiri. Putar lagu "Fix you" sambil menggenggam tangan si cinta (red : suamik) hehehe. Haneut..
.
.
Rindu makan pop mie di bis. Karena jujur, engga kuat sama AC kendaraan kalau perjalanan malam. Makan pop mie yang masih panas dengan aroma bumbu yang semerbak ke seluruh area bis.
.
.
00.00 dini hari. Biasanya sudah masuk perbatasan Jawa Tengah. Mulai masuk di dimensi tradisional bangunan rumah-rumah yang ada di tepi jalan. Atau gaya yang masih etnik setiap pertokoan di jantung kota. Suasana hati berubah. Jadi adem dan semakin deket sama rumah.
.
.
Rindu melihat banyak tukang ojek atau becak yang sudah bersiap di pinggir jalan perberhentian. Padahal waktu tengah malam sampe subuh mereka selalu siap. Setiap penumpang turun dengan gemblokan ataupun koper. Mereka segera berlari dan mendekati bis. "Neng pundi bu?"
Atau "arep menyang endi?" artinya mau kemana. Sekilas begitulah yang kedengeran. Hehehe. Mereka mencoba cari peruntungan. Apalagi musim mudik lebaran. Buat mereka itu rezeki banget.
.
.
Yaa Allah... Makin rindu. Semoga semua keadaan bisa pulih kembali. Untuk para tukang ojek musim mudik adalah rezeki. Untuk kami perantau, mudik adalah obat kangen yang mujarab. Kumpul sama keluarga besar. Lihat para saudara yang dulu masih kicik sudah pada besar. Dan bisa peluk orang tua di kampung. Sambil bilang, "Bu.. ini saya bawa kaleng khong guan dari Jakarta" hehehe.
.
.
Semoga bis AKAP bisa beroperasi lagi. Karena sedih juga lihat berita tentang pemberhentian perjalanan untuk sementara. Aku yakin semua demi kebaikan kita. Jaga kesehatan.. Karena kalau semua pulih, kita bisa pulang kampung.
.
Kangen-

Minggu, 05 April 2020

Hello April

5 April 2020.

"Sesaat setelah hujan deras turun"

"Kita tidak akan pernah tahu kalau kita tidak mencoba. Kita punya Allah." Katanya yang selalu diucapkan setiap ada banyak pilihan. Selalu teringat kata-kata semangat itu.
.
.
Usia adalah rahasia Allah. Setiap insan berusaha menebar kebaikan dalam kesempatan hidup.
.
.
Memperbaiki ibadah dan selalu berusaha lebih baik dari hari kemarin.
.
.
Perjalanan tidak selamanya indah. Kadang kita harus banyak bersyukur setiap kesedihan adalah nikmat dan bahagia adalah anugerah.
.
.
Namun perjalanan membersamai membuat kita semakin yakin bahwa kebaikan akan terus ada seiring semangat untuk mewujudkan.
.
.
Ingat.. Kekuatan mimpi seiring dengan keyakinan kita. Teruntuk semangatmu dalam kebermanfaatan. Selalu ingat perjalanan tidak akan mudah.
.
.
Butuh hati yang luas seluas samudera. Apapun yang ditumpahkan ke dalamnya tetap bisa indah dalam pandangan.
.
.
Butuh senyum yang tetap menyimpul indah di wajah. Walau air mata membingkai di pelupuk mata.
.
.
Yang menakutkan bukanlah tantangan tapi sudut fikir kita sendiri. Karena jika berfikir untuk berjuang. Selalu ada jalan.
.
.
Semoga berkah usia dan Allah limpahkan kebaikan.

Senin, 30 Maret 2020

Tulis yang baik

Akhir Maret-

Desember 2014 saat perjalanan ke Denpasar Bali ada seseorang yang bilang setelah baca setiap tulisanku di binder. Hehehe maklum dulu belom belajar blogspot.com atau kelola web pribadi jadi mainnya kek diary gitu. .
.
"Apa yang kita tulis mempengaruhi alam bawah sadar kita. Lalu akan berusaha diwujudkan dan dikabulkan kenyataan."
.
.
Makanya beliau ini gambarin simpelnya soal selera lagu. Dulu sih suka yang melow kayak lagu stinky "Mungkinkah" tapi kenyataan terbawa emosi dengerin lagu itu jadi "Engga mungkin" sama doi. Bukan jodoh.
.
.
Maka dari itu pesen beliau simpel banget. Tulis yang baik-baik. Karena tulisan itu adalah doa. Sama kayak kita berfikir baik. Efeknya baik. Sebaliknya, berfikir buruk malah jelimet.
.
.
Semoga Allah mengampuni dosa kita semua. Sehat semua. Dalam lindungan Allah. Bisa kumpul sama keluarga. Nyapa santuy temen kerja. Dan bisa lihat abang cilok dan gerobakan lainnya normal jualan.
.
.
-di sela rintikan gerimis.

Minggu, 29 Maret 2020

Jujur, Kita Semua Rindu

Tulisan ini semoga menjadi doa baik.

Pagi ini adek yang paling kecil saking senengnya bilang, "Yeay bentar lagi puasa !" .
.
Memang sudah lama adek selalu menghitung hari menuju ramadhan. Kalau aku tanya kenapa alasannya pengen banget sampai ke bulan ramadhan. Dia hanya jawab, "Kan kita belajar puasa mba." sederhana banget bahagianya, nunggu ramadhan.
.
.
Ramadhan tahun ini mudah-mudahan kita semua sehat. Jujur, kita rindu momen solat nisfu sya'ban. Berbondong-bondong ke masjid raya. Sholat sunah nisfu dilanjut baca surah yasin bersama.
.
.
Kita semua rindu, denger anak-anak sahur keliling sambil tetabuhan yang suaranya nolongin kita banget buat bangun. Rindu masakan sahur yang selalu kita list tiap harinya. Hari ini udah masak menu ini. Besok ganti ah..
.
.
Rindu saat tengah hari panas dan berasa ujian dahaga, kesabaran dan kekuatan jalani puasa dengan aktivitas bekerja, dll.
.
.
Rindu saat kita lihat iklan sirup itu yang kadang sengaja ga ditampilkan full supaya kita penasaran. Endingnya gimana yaa?
.
.
Rindu momen bikin es buah bareng mama. Sambil nungguin buka puasa nyiapin takjil dan rapihin semua makanan dan alat makan. Paling depan nonton tv hanya untuk cari channel yang adzannya lebih cepet. Hehehe
.
.
Rindu mengajak keluarga solat tarawih bersama. Jalan bareng ke masjid. Dan selesai terawih ada lantunan ayat suci al-quran menemani sepanjang malam. Beneran adem banget selesai terawih tuh.
.
.
Rindu itikaf di masjid. Sampe kepikiran pernah ga si pas bulan ramadhan ada malem yang berasa adem banget ini hati dan fikiran. Semua rindu bisa rasain malam lailatul qodar.
.
.
Rindu bulan ramadhan dimana kita bisa saling erat bantu satu sama lain. Berbagi takjil dan ikut bukber bareng bareng temen kerja, temen main pokoknya bukber. Tapi paling nikmat, berbagi momen bukber sama anak-anak yatim.
.
.
Tulisan ini sebenernya adalah rindu yang jadi semangat supaya kita sama-sama berdoa. Semoga Allah mengampuni dosa kita. Allah hilangkan wabah ini dan menjadikan kita lebih baik lagi dalam segala hal.
.
.
Allah adalah satu-satunya tempat kita memohon.

Jumat, 14 Februari 2020

Perjalanan Ketiga

"Kamu adalah anugerah terindah dalam hidup mama dan bapak,"

Husna sayang...

Bagi seorang ibu, ada banyak rasa yang ia tahan agar anaknya baik-baik saja. Sejak dalam kandungan, ada banyak kekhawatiran menyeruak. Maklum sayang, ibu adalah ibu muda yang sebenarnya telat belajar. Ibu hanya asyik dengan hadirnya kamu tapi ibu masih minim ilmu untuk memahami tumbuh kembang kamu. Tapi tenang, ibu akan terus belajar agar ibu bisa memahami kamu seutuhnya.

Ketika memasuki bulan ke 6, mama sudah mulai merasakan gerakan kamu yang semakin aktif. Lebih aktif dari biasanya. Terkadang perut mama belok ke kanan. Kadang ada tangan yang menyundul permukaan perut mama. Hanya saja, mama masih belum bisa menahan air mata mama kala kaki mama terasa sakit dan kram. Tiap malam, bapakmu yang selalu memijit kaki mama hingga mama tertidur pulas. Sayang... Tiap malam mama selalu berusaha mencari posisi tidur yang nyaman. Karena kamu yang semakin besar dan menekan ke seluruh penjuru perut mama.

Mama juga tidak bisa menahan lapar. Hehehe. Tiap tengah malam, mama terbangun mencari makanan atau sekedar minum susu. Mama selalu rajin menyimpan makanan ringan atau biskuit untuk mengatasi lapar tengah malam.

Mama paling suka dengan apel merah, buah naga dan strawberry. Semuanya selalu mama beli ketika weekend. Semua nutrisi selalu mama usahakan untukmu. Agar kamu tumbuh dengan baik. Kamu bisa merasakan berjuang mengajar dengan mama dan mama selalu menyuplai makanan nutrisi untuk kamu.

Husna sayang... Saat mama mau mengeluh tentang kehamilan, bapakmu selalu menguatkan tentang arti kesabaran menunggu kamu. Saat mama mulai merasa kelelahan, ada bapakmu yang selalu menyemangati agar pertemuan kita semakin dekat.

Sayangku... Putri cantik kami,
Saat kamu baca tulisan ini, tandanya kamu semakin dewasa dan cerdas. Kamu tumbuh menjadi perempuan anggun harapan bapak dan mama. Ingat sayangku... Kelak kamulah yang akan meneruskan cita-cita kami. Meneruskan cerita kami. Menjadi tabungan kebaikan kami.

Setiap belaian bapak di kepalamu mengalir doa baik untukmu. "Anak milioner" begitu kata bapak. Ingatlah saat mama selalu memanggilmu saat nangis merengek minta susu, "Princess mama" kamu adalah putri dalam istana cinta bapak dan mama.

Jadi baik selalu yaa nak, seperti arti namamu. Husna artinya kebaikan.

Semoga mama dan bapak sehat selalu. Melihat setiap perkembanganmu dan kita bahagia bersama.

Salam sayang
Dari mama yang selalu minta es kelapa muda untuk kebaikan kamu di perut.