Senin, 25 Juni 2018

Karena Bahagia Tidak Bergantung

Bagi saya dan suami kebahagian sebuah pernikahan tidak kami gantungkan pada keturunan saja.

Kami berdoa dan tetap berusaha.

Tetapi kami tidak menjadikan kebahagian pada hal apa yang Allah belum berikan.

Kami menggantungkan kebahagian kami pada Allah.

Dengan cara menikmati setiap berkat yang Allah berikan seperti pernikahan kami yang di berikan Allah

Menjaga keharmonisan pernikahan kami hingga maut memisahkan.

Bila menikah hanya pada ingin mendapatkan keturunan baru akan bahagia tandanya bahagia ada syaratnya.

Kebahagian dan kelengkapan hidup kami hanya pada Allah.

Kami memilih menikmati dan bersyukur apa yang saat ini Allah sudah berikan seperti pernikahan kami pemberian Allah pasangan hidup itu harus dihargai dirawat dan dijaga.

Minggu, 29 April 2018

Keluarga Bahagia Zaman Now

Assalamu'alaikum sahabat blogger..

Kemarin ada adik kelas yang nanya ke aku soal cara membina keluarga yang bahagia. So well, aku masih bingung jawabnya karena usia pernikahanku baru 6 bulan. Kalau kata orang masih seumur jagung gitu, tapi semoga ilmu yang hari ini didapatkan bisa menjawab sedikit dari pertanyaan tadi.

Kalau bicara soal pernikahan, satu yang paling nyelip di hati, "ihh bikin baper, aku kapan yaa nemu jodoh?" kalau itu pernyataan dari yang single.

Kalau lagi menjalani hubungan, "kapan yaa menikah sama sang pilihanku?"

Kedua pertanyaan di atas intinya sama, pernikahan adalah impian bagi semua orang (read : yang belum menikah).

Semua orang akan berusaha menuju ke arah pernikahan. Karena menikah adalah ibadah.

Ilmu asik ini disampaikan oleh Umi Dede Rohayati, judulnya hits banget, " Keluarga Bahagia Zaman Now."

Awal dari keluarga adalah melalui proses pernikahan yang sah secara agama dan negara. Karena kalau bahasa keminggrisnya pernikahan itu, "connecting people" menghubungkan dua orang atau lebih. Iyaa karena yang menikah dua insan manusia namun dua keluarga besar menjadi satu keluarga besar. Jadi besar-besar keluarganya, ehmm maksudnya big family.

Pernikahan menjadi janji suci bagi yang menjalankannya. Karena cinta yang sesungguhnya dimulai setelah pernikahan. Jadi keminggrisnya lagi, "Real love start after nikah."

Berarti cinta si doi ga real dong? Ehm maksudnya setelah menikah kita akan mengetahui kekurangan dan kelebihan pasangan kita. Dan saat itulah kita akan memahami cinta yang sebenarnya.

Kok jadi baper yaa bahasannya, sama penulisnya juga ikut baper kalau bahas pernikahan.

Perencanaan pernikahan itu wajib loh, yang harus kita utamakan adalah memilih pasangan yang akan jadi partner selamanya. Lalu kalau memilih pasangan itu caranya gimana yaa?

1. Bagi kaum adam, memilih pasangan itu apa saja yaa rule nya?

Perempuan yang bisa jadi pertimbangan untuk menjadi pendamping hidup bisa dilihat dari 4 perkara. Berdasarkan HR. Bukhari no. 4700 muslim no. 26621)
1) lihat dari kekayaannya
2) keturunannya
3) kecantikannya
4) agamanya

Poin 1,2,3 itu mah idaman banget yaa. Namun ketiga poin tersebut ada batasnya. Kekayaan ada batasnya. Ada saatnya roda itu berputar. Kadang di atas. Kadang juga di bawah. Kecantikan tidak ada yang kekal. Karena wajah yang cantik akan menua dan keriput. Maka sebaik-baiknya pertimbangan adalah dari agamanya. Karena perempuan yang menjalankan perintah agama, memiliki iman yang kuat maka akan memiliki  akhlah yang baik.

Jika diibaratkan dengan bilangan maka perempuan yang berakhlak baik dan berfikir positif maka angkanya 1.

Jika ia cantik maka angkanya 0. Jika ia pintar masak angkanya 0. Jika ia cerdas maka angkanya 0.

Jadi jika hanya cantik, pintar masak, dan cerdas maka angkanya 000. Lalu apa artinya jika 000 ?

Lain halnya jika ia berakhlak baik maka 1. Ia cantik juga maka jadi 10. Ia pintar masak maka jadi 100. Ia cerdas juga maka jadi 1000.

2. Bagi kaum hawa, bagaimana cara memilih pasangan untuk menjadi imam bagi rumah tangga?

Laki-laki yang tampan, berwibawa, tajir, dan memiliki pekerjaan serta pendapatan yang mapan merupakan idola. Ehmm siapa yang menolak? Namun semua ada masanya. Ada batasnya.

Tampan akan berubah jadi keriput, wibawa dan mapan akan berkurang seiring bertambahnya usia dan menua.

Lalu kriterianya apa dong?

Laki-laki yang memiliki hati. Ada apa dengan hati?

Laki-laki yang dihatinya terhujam iman dan taqwa kelak akan menjadi imam yang bisa menuntun keluarga menuju jalan ketaqwaan. Laki-laki yang senantiasa berdzikir kepada Allah. Mengingat Allah selalu dimanapun ia berada.

Dalam hati tersimpan cinta dan kasih sayang yang tercurah bagi keluarga.

Keluarga bahagia zaman now dimulai dari memilih pasangan. Karena bahagia dimulai dari start yang benar. Diawali dalam pernikahan yang sah secara agama dan negara.

Keluarga sakinah di dalamnya ada ketenangan. Karena sejauh apapun suami mencari nafkah akan kembali ke rumah. Karena di dalamnya ada bidadari cantik yang menantinya. "Adem tenan rek, istriku bidadariku."

Mawaddah ada cinta yang selalu mengalir diantara keduanya. Cinta itu kan butuh tindakan, nah salah satu yang paling romantis juga senyum buat suami ketika pulang kerja. Itu rasanya, kayak ada sepoi angin selepas musim kemarau panjang. "Sejuk sekali,"

Warrohmah ada rahmat dan kasih sayang dalam keluarga.

Maka dari itu, islam sangat memuliakan pernikahan. Karena menghalalkannya lebih baik.

Gimana sih kebahagiaan keluarga zaman now?

1. Istri itu pakaian suami
Tidak ada manusia yang sempurna. Karena kesempurnaan hanya milik Allah. Pasti pasangan memiliki kekurangan. Istri adalah pakaian bagi suami.

Yuks kita review lagi kisah Isra Mi'raj nabi Muhammad SAW, bahwa beliai ditampakan penghuni neraka bahwa kebanyakan adalah perempuan bahkan ada perempuan yang terlilit lidahnya sendiri karena ia suka ghibah dan tidak bersykur atas rezeki dari suami.
Naudzubillah..
Maka dari itu istri harus menjaga akhlaknya karena istri adalah pakaian suami
Kalau pak suami gagah, wibawa, bersih rapi, "Istrinya yang mana si?" keponya para masyarakat.

Kemanapun istri harus jaga harkat dan martabat suami.

2. Suami adalah penutup aurat istri
Tidak ada istri yang sempurna. Pasti ada khilaf, salah dan kekurangannya. Tugas suami adalah menjaga harga diri dan kehormatan istri.

3. Dapurku syurgaku
Kalau bicara soal kerjaan bu ibu RT (Rumah Tangga) ehmm buanyak. Berjilid-jilid. Jilid kemarin, jilid hari ini, jilid besok dan seterusnya. Namun apapun yang para istri usahakan untuk pak suami adalah ladang pahala. Masakan spesial buat pak suami. Baju rapi buat dines pak suami. Cium mesra buat pak suami, eehh. Semua akan terhitung pahala jika kita ikhlas menjalankannya. Insyaallah.

4. Ibadah bersama
"Sayangku, itu hukum bacaannya iqlab. Karena ada nun mati bertemu huruf ba. Cuma satu yaa ba aja," koreksi pak suami pas istri baca Al-qur'an.

Duhh sweet, saling mengingatkan.

"Sayang bangun, waktunya shalat tahajjud,"

Atau cuplikan yang satu ini,

"Sayang yuks ke masjid, kita ngaji bareng,"

Ketiga cuplikan tadi menjadi contoh bahwa pernikahan menjadi ladang untuk beribadah bersama.

Kalau hanya uang, harta, jabatan semua ada waktu expirednya namun kalau pasangan yang iman, berakhlak dan taqwa menjadi harta yang paling berharga.

Jujur tulisan ini bukan untuk menggurui namun lebih kepada saya membuka fikiran dan menambah ilmu baru bahwa istri adalah perhiasan bagi suami dan perhiasan harus dijaga baik-baik.

Buat suamiku, Anton Julian.
"Pernikahan adalah hadiah dari Allah untuk kita dan kualitas pernikahan adalah hadiah dari kita untuk Allah,"

Terima kasih telah memuliakanku sehingga aku bisa belajar real love after nikah.

Salam sayang.
Your wife.

Rabu, 20 Desember 2017

Menulis Itu Mudah

Selamat sore menjelang petang, padahal pagi tadi mendung disertai gerimis. Tapi sore hari justru langit cerah.

Pas dong dengan kalimat berikut,
"Habis gelap terbitlah terang. Habis mendung terbitlah cerah."

Alhamdulillah, meski musim liburan kita harus tetap produktif. Anti kalah sama malas dan deretan selimut yang rasanya pengen banget ditarik terus lanjut bobo. Hehehe.

Kali ini dapat ilmu bermanfaat dari bapak Awang Surya, penulis sekaligus motivator spiritual. Beliau mendedikasikan 9 karyanya untuk masyarakat. Salah satunya adalah novel "Pak Guru" pada tahun 2014. Selain aktif menulis di media massa dan website, beliau menaungi lembaga Salman Alfarisi center.

Di awal pelatihan menulis, beliau membuka mindset kami semua soal dunia menulis lewat quotes dari Pramoedya Ananta Tour.

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadiaan."

Mindset pun diperkuat dengan kutipan dari Imam Al-Ghozali.

"Kalau kau bukan anak raja atau ulama besar maka jadilah penulis."

Tentu kita ingat dengan 3 amal yang tidak terputus pahalanya meski kita sudah meninggal dunia.
1. Amal Jariyah
2. Ilmu yang bermanfaat
3. Do'a anak yang sholeh untuk kedua orang tuanya.

Merujuk dari tulisan di atas, menulis menjadi wadah untuk membagikan ilmu yang bermanfaat bagi orang banyak. Lembaga survei di Indonesia menyatakan bahwa, 1 buku dibaca oleh 5 orang. Di Indonesia, pencetakan minimal buku adalah 15 ribu eksemplar. Jadi jika 1 buku dibaca oleh 5 orang,
Maka perhitungannya sebagai berikut :

15.000 x 5 = 75.000 orang pembaca.

Tentu menulis mengandung makna kebermanfaatan.

Selain bermanfaat, menulis juga bisa mendatangkan rezeki dan martabat. Salah satunya kita bisa belajar dari Jk. Rowling, penulis best seller Buku Harry Potter. Dulu, beliau tidak memiliki mesin ketik untuk menulis. Pembiayaan foto copy karyanya tidak mampu ia bayar. 12 penerbit menolak karyanya. Namun sekarang siapa yang tidak mengenal Harry Potter? Ada sosok JK. Rowling dibalik kisah-kisah Harry Potter. Royalti dari penjualan buku best seller Harry Potter menjadi sumber rezeki JK. Rowling. Apakah Ia kaya raya? Ehhmm kaya itu relatif ukurannya, namun kita belajar bahwa menulis bisa membawa rezeki.

Bukankah teman baru yang sering baca tulisan kita di portal blog juga merupakan rezeki? Seperti yang sedang membaca tulisan saya saat ini. Matur suwun sanget reader. Hehehe

Menulis juga menjadi profesi yang langka. Berdasarkan hukum pareto, dalam bidang apapun biasanya 20% ditempati orang-orang yang luar biasa atau memiliki kelebihan dan sisanya 80% orang-orang yang standar dan biasa saja. Menulis menjadi bagian dari 20%.

Apa yang buat kita belum menulis? Perasaan takut salah, nanti jelek hasilnya atau nanti sedikit pembacanya masih menghantui. Padahal masalah tersebut adalah mitos bagi kita.

Jelek atau bagus adalah relatif, setiap pembaca memiliki penilaiaannya masing-masing.

"Lain lubuk lain ikannya, lain kepala lain pula isinya,"

Untuk menghempas segala keraguan, semua berawal dari judge diri kita sendiri.

"Kalau kita yakin kita bisa, maka kita bisa. Apa yang buat kita yakin? Prasangka baik atas kemampuan kita sendiri."

Lalu kita mulai dari mana?

1. Mencari Ide
Mulailah dari apa yang kita sukai. Ibarat kalau kita lagi jatuh cinta, pasti selalu terbayang tentang dia. Eitss ini bukan soal cinta. Tapi kita paham apa yang kita sukai.

Mulailah dari yang dekat dan yang digeluti. Jika kita berprofesi sebagai guru, maka bisa menulis tentang lingkungan sekolah atau kependidikan.

Sumber ide itu datangnya dari mana sih?
"Dari mata turun ke dompet" eehh bukan itu sih alau sudah lihat diskon 90% di toko baju.

Sumber ide bisa dari membaca, mendengar, menonton, silaturahim, dan mengamati.

"Membaca adalah jendela dunia," itu tepat sekali. Dari membaca kita mendapat banyak informasi dan refrensi.

Mendengar, sebagai penulisn pemula kegiatan ini bisa digunakan untuk mengumpulkan banyak ide baru. Misalnya ada teman kita yang sedang menceritakan cara membuat puding saus lava coklat. Kita mendengarkannya bisa menjadi ide baru dalam tulisan.

Menonton dan mengamati. Kegiatan yang sama yang bisa kita gunakan untuk mencari banyak ide menulis. Misalnya dengan melihat tingkah anak murid kita di sekolah.

Silaturahmi. Ini menjadi salah satu senjata pak Awang Surya untuk mencari banyak ide menulis. Silaturahmi kepada orang-orang yang memiliki banyak pengalaman hidup yang berkesan. Orang-orang yang menjadi panutan. Misalnya ke ulama besar, guru-guru kita sebagai ladang ilmu bagi kita.

Lalu kalau idenya sudah ada apa yang dilakukan?

Berikut adalah tips menulis mudah ala Pak Awang Surya.

1. Bayangkan Anda sedang mengobrol.

Membayangkan kita sedang mengobrol dengan pembaca. Imajinasi dalam membayangkan bahwa kita sedang berkomunikasi langsung dengan pembaca menimbulkan semangat di diri kita dalam menuangkan ide tulisan.

2. Buatlah kalimat yang pendek.

Kalimat yang pendek berguna agar pembaca memahami tulisan kita. Gunakan bahasa yang sederhana dan  komunikatif.

3. Tulisan jangan dibaca

Salah satu drop yang dialami bagi kita penulis pemula adalah selalu membaca tulisan kita padahal belum tuntas menulisnya. Hal ini menyebabkan kita terjebak pada pertimbangan, "kok begini? Bagus ga yaa? Kayaknya engga deg?" dan segala fikiran cemas kita yang menghntui. Selesaikan tulisan kita, baru kita koreksi.

4. Menulis dengan pola kerucut terbalik.

Bangun kerucut yang dibalik, maka bagian ujungya mengarah ke bawah. Menulis menggunakan pola kerucut terbalik artinya jika kita belajar menulis maka tuliskan kesimpulan atau amanat di akhri cerita.

5. Jangan khawatir mentok

Menulis itu berkaitan dengan mood atau suasana hati. Jika kita memahami tujuan dan pesan yang ingin kita tuliskan tentu kita tidak akan keluar jalur dari rangkaian alur menulis. Namun jika merasakan "stuck" atau diam di tempat, maka perlu ada penyegaran dengan melaksanakan aktivitas yang kita sukai. Misalnya membaca, jalan-jalan, makan, traveling dan lain-lain.

6. Temukan waktu terbaik

Menulis memerlukan waktu terbaik. Pilihlah waktu yang dirasa ideal untuk menulis. Bukan waktu yang menggangu pekerjaan atau saat yang sedang repot.

7. Kirimkan kepada teman untuk dimintai saran

Sebagai makhlul zoon politicon atau makhluk sosial kita sosialisasi dengan orang lain. Tidak ada salahnya jika kita berbagi tulisan kita kepada teman-teman untuk menampung saran ke arah lebih baik. Diharap anti baper jika diberi masukan. Karena kritik dan saran adalah tanda sayang teman kita agar kita lebih baik lagi.

Terima kasih reader atas kesempatan berbagi ilmunya. Semoga berkesan dan bermanfaat. Sering leave kolom komentar di blog ini yaa... Karena masih harus banyak belajar.

Salam semangat
Eka Nurwati

Jumat, 20 Oktober 2017

Dalam Asma Dzikir

Dear sahabat blogger. Alhamdulillah ada oleh-oleh dari pengajian bulanan SDIT Darul Muqorrobin. Materi tersebut disampaikan oleh ustadz Acep Firdaus, S.Pd. I

Selamat membaca semoga bermanfaat.

Dalam kehidupan umat manusia ada beberapa golongan. Berikut kualifikasi orang- orang yang masuk ke dalam golongan orang yang celaka.

4 orang yg celaka

1. Melupakan dosa yg telah lalu tanpa bertaubat
2. Mengingat kebaikan yang telah lalu.
3. Dalam urusan dunia selalu melihat ke atas atau lebih tinggi
4. Dalam urusan agama melihat ke yg lebih rendah

4 orang bahagia
1. Ketika berdosa selalu ingat apakah diampuni
2. Melupakan kebaikan yg telah dilakukan
3. Dalam urusan agama melihat yg lebih tinggi
4. Dalam urusan dunia yg nelihat yg lebih rendah

Dalam Q.s as-shod ayat 26

Yang diartikan, janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya org orang yang mengikuti hawa nafsu adalah orang yang sesat dari jalan Allah.

Diriwayatkan dalam sebuah hadis, kita baru pulang dari jihad yg kecil menuju keadaan perang yg besar yaitu jihad melawan hawa nafsu.

Mengenali nafsu menjadi hal yang penting karena bisa mengetahui diri kita sebenaarnya. Siapa yg kenali dirinya maka kenal dengan Sang Pencipta.

1. Latifatul qolbi.

Tempatnya kira-kira dua jari dibuah dada kiri yang mempunyai pengikut suka mencela, berbohong dan banggakan diri

2. Latifatul ruh
Tempatnya kira-kira dua jari di buah dada yang mempunya pengikut dermawan, lapang dada dan tahan uji

3. Latifatul sirri

Tempatnua kira-kira dua jari di atas dda kiri

4. Latifatul khofi
Tempatbya kira-kira dua jari di atas dada kanan

5. Latifatul akhfa
Di tengah-tengag dada
Ilmu yaqin
Ainul yaqin
Haqqul yaqin

6. Latifasul nafsi
Letaknya diantara dua alis
Pengikut nafsu amarah

7.  Latifatul qolab
Nafsu kamilah (sempurna)

Demikian paparan materi pengajian bulanan, semoga bermanfaat. Tak ada gading yang tak retak. Kesempurnaan milik Allah SWT.

Selasa, 05 September 2017

Lingkaran Aisyah : Pendidikan Tarbiyah

Pentingnya Pendidikan Tarbiyah

Dear Sahabat Blogger, post kali ini adalah oleh-oleh dari pertemuan lingkaran Aisyah Rabu pekan lalu, mudah-mudahan memberikan manfaat bagi para pembaca.

Pendidikan tarbiyah menjadi pondasi dalam menjalankan kehidupan. Dalam pendidikan tarbiyah dimana mendidik manusia agar tawazun (seimbang) dan kaffah (menyeluruh) dalam memahami ilmu agama. Pentingnya pendidikan tarbiyah diterapkan sejak dini, karena anak-anak kita akan menjadi penerus keberlangsungan kehidupan beragama dan bernegara. Berikut adalah Mu’sofah (tujuan keutuhan) pendidikan tarbiyah :

Aqidah yang bersih
Aqidah yang bersih menjadi dasar dalam berakhlak. Karena akhlak yang karimah akan mendatangkan kebaikan bagi kemaslahatan dalam kehidupan bermasyarakat. Pentingnya berakhlak karimah akan menjadi identitas bagi kaum muslimin dan musilmah. Di era yang serba canggih ini, tentu iman dan taqwa menjadi benteng dalam menghadapi banyak serangan untuk meruntuhkan peradabadan, salah satunya adalah ghozul fikri (serangan pemikiran), perbuatan syirik dan perbuatan menyimpang lainnya.
Ibadah yang benar
Dalam agama islam mengajarkan bahwa beribadah haruslah sesuai dengan tata cara. Untuk itu lebih baik beribadah yang benar dapat dilaksanakan jika kita memahami ilmu yang benar pula.
Akhlak yang kokoh
Akhlak yang kokoh menjadi tameng bagi kita untuk menjalankan kehidupan. Dalam hadis diriwayatkan bahwa muslim yang satu dengan muslim yang lainnya bersaudara seperti bangunan mereka saling menguatkan satu dengan lainnya.
Kekuatan jasmani
Kekuatan jasmani berperan penting dalam keberlangsungan kegiatan yang kita jalani. Sebagai seorang muslim, mengusahakan kekuatan jasmani adalah keharusan, karena dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

Intelek dalam berfikir
Selain memiliki tubuh sehat, jiwa yang kuat, juga memiliki wawasan dan ilmu pengetahuan yang luas.
Berjuang melawan hawa nafsu
Manusia dianugerahkan hawa nafsu. Hawa nafsu bisa menjadi anugerah namun bisa juga menjadi musibah tergantung bagaimana kita mengendailkannya.
Pandai menjaga waktu
Demi masa, sesungguhnya manusia itu dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh. Dalam Q.S. Al-‘Asr dijelaskan bahwa salah satu orang yang merugi adalah orang yang tidak memanfaatkan waktunya dengan baik. “Waktu adalah pedang, waktu akan menghunusmu jika kau tak mampu mengendailaknnya.”
Teratur dalam segala urusan
Dalam hal ini, mengajarkan kita untuk hidup disiplin. Menyelesaikan permasalahan satu persatu. Jika kita telah menyelesaikan satu urusan maka segera selesaikan juga urusan yang lainnya.
Memiliki usaha sendiri
Kata “usaha” bukan bermakna berdagang, harta atau seputar laba keuntungan namun bermakna luas diantaranya kita harus memiliki keterampilan atau kecakapan yang dapat menunjang keberlangsungan hidup kita. Salah satunya adalah bekerja.
Bermanfaat bagi banyak orang
Sesungguhnya Allah menciptakan jin dan manusia agar beribadah kepada Allah. Bahwa tidak ada kesia-siaan akan ciptaan Allah. Maka taka da kesia-siaan maka manusia memiliki kebermanfaatan bagi lingkungannya.

Semoga bermanfaat yaa…

Salam pembelajar

Eka Nurwati

Gambar : google

Jumat, 01 September 2017

Make Up Basic

Dear sahabat blogger.

Selamat weekend... Reader yang punya acara di Sabtu dan Minggu dan bergelut dengan riasan wajah (make up) wajah, kesempatan kali ini writer akan berbagi informasi soal dunia riasan nih.

Ga bisa dipungkiri kalau untuk kaum hawa, riasan menjadi penunjang penampilan. Ga perlu menor kok, yang terpenting wajah ga pias dan pucat.

So, yuks kita tambah pengetahuan tentang make up. Let's read it now !

1. Luminous Creamy Foundation
Dasar bedak berdaya serap tutup tinggi, dapat digunakan untuk menyamarkan ketidak sempurnaan kulit secara lebih lama. Warna foundation diantaranya : light beige, beige, natural dan sheer pink.

2. Luminous Liquid Foundation
Dasar bedak bertekstur ringan, tidak lengket dan dilengkapi UV protection. Warna kulit jadi lebih merata, tanpa noda.
Warna liquid foundation : natural white, light beige, beige, natural.

3. Two Way Cake
Bedak padat berfoundation yang dilengkapi microcoated, oil control, dan vit. E, menjadikan kulit halus dan mulus dalam satu langkah.

4. Luminous Face Powder
Bedak berformula anti UV dan microcoated menghilangkan kilap dan membuat kulit tampak halus dan mulus.

5. Compact powder
Bedak padat praktis, dengan microcoated dan oil control digunakan untuk mempertahankan riasan.

6. Matte Lipstick
Bertekstur lembut dengan pelembab lengkap. Warna dapat bertahan lama tanpa membuat bibir kering.

7. Longlasting Lipstick
Efek non kilapnya menghasilkan warna eksotis yang tahan lama.

8. Palette Lipstick
Warna lipstick berpelembab hadir dalam satu kemasan, praktis dan hemat.

9. Wondershine
Lipstick cair dan glossy berwarna natutal. Memberikan efek lembut, mengkilap, dan penuh.

10. Lip Gloss
Melembabkan bibir dengan jojoba oil, squalane dan vit. E serta memberikan kilap modern di bibir.

11. Lip Balm
Pelembab yang menutrisi bibir dengan cocoba oil, squalane dan olive oil.

12. Blush on
Memberikan rona pipi segar dan natural.

13. Eye Shadow
Perona mata non photosensitisasi berpartikel microcoated. Pulasan lembut dan tahan lama.

14. Eye Liner
Goresan yang digunakan untuk memperkuat ekspresi mata.

15. Glitter
Serbuk kilap yang menghasilkan kesan glamour pada riasan mata.

16. Mascara
Melentikan dan menebalkan bulu mata yang berformula waterproof atau non waterproof.

17. Eye Brow Pencil
Membentuk alis ideal dengan warna natural yang lembut dan tahan lama.

Oke Reader... Cukup informasi seputar dunia riasan. Semoga bermanfaat...

Stay smart stay beauty stay humble.

Salam
Eka Nurwati

Sumber : Wardah Cosmetics

#tulisan ini dibuat karena writer sudah cucok dg Wardah dalam basic make up.

#Wardah "earth, love, life"

Senin, 28 Agustus 2017

Jangan Pernah Lelah Ayah

Dear Sahabat blogger

Buat kita yang sangat menyayangi ayah, tulisan ini mewakili pengorbanan dan kerja keras diantara ribuan usahanya untuk membahagiakan keluarga.

Titip sayang buat ayah, salam dari anak ayah.

Selamat membaca blogger.

"Jangan pernah lelah ya Ayah.. "

Subuh tadi saya melewati sebuah rumah, 50 meter dari rumah saya dan melihat seorang isteri mengantar suaminya sampai pagar depan rumah.
"Yah, beras sudah habis loh..." ujar isterinya
.
Suaminya hanya tersenyum dan bersiap melangkah, namun langkahnya terhenti oleh panggilan anaknya dari dalam rumah,
"Ayah..., besok Agus harus bayar uang praktek".
"Iya..." jawab sang Ayah.

Getir terdengar di telinga saya, apalah lagi bagi lelaki itu, saya bisa menduga langkahnya semakin berat.
Ngomong-ngomong, saya jadi ingat pesan anak saya
semalam,
"besok beliin lengkeng ya" dan saya hanya menjawabnya
dengan "Insya Allah" sambil berharap anak saya tak kecewa jika malam nanti tangan ini tak berjinjing buah kesukaannya itu.
Di kantor, seorang teman menerima SMS nyasar,
"jangan lupa, pulang beliin susu Nadia ya".

Kontan saja SMS itu membuat teman saya bingung dan
sedikit berkelakar, "ini, anak siapa minta susunya ke siapa".
Saya pun sempat berpikir, mungkin jika SMS itu benar-benar sampai ke nomor sang Ayah, tambah satu gundah lagi yang bersemayam. Kalau tersedia cukup uang di kantong, tidaklah masalah. Bagaimana jika sebaliknya?

Banyak para Ayah setiap pagi membawa serta gundah
mereka, mengiringi setiap langkah hingga ke kantor. Keluhan isteri semalam tentang uang belanja yang sudah habis, bayaran sekolah anak yang tertunggak sejak bulan lalu, susu si kecil yang tersisa di sendok terakhir, bayar tagihan listrik, hutang di warung tetangga yang mulai sering mengganggu tidur, dan segunung gundah lain yang kerap membuatnya terlamun.

Tidak sedikit Ayah yang tangguh yang ingin membuat isterinya tersenyum, meyakinkan anak-anaknya tenang dengan satu kalimat,
"Iya, nanti semua Ayah bereskan."

Meski dadanya bergemuruh kencang dan otaknya berputar mencari jalan untuk janjinya membereskan semua gundah yang ia genggam.
Maka sejarah pun berlangsung, banyak para Ayah yang
berakhir di tali gantungan tak kuat menahan beban ekonomi yang semakin menjerat cekat lehernya. Baginya, tali gantungan tak bedanya dengan jeratan hutang dan rengekan keluarga yang tak pernah bisa ia sanggupi. Sama-sama menjerat, bedanya, tali gantungan menjerat lebih cepat dan tidak perlahan-lahan.

Tidak sedikit para Ayah yang membiarkan tangannya
berlumuran darah sambil menggenggam sebilah pisau
mengorbankan hak orang lain demi menuntaskan gundahnya. Walau akhirnya ia pun harus berakhir di dalam penjara. Yang pasti, tak henti tangis bayi di rumahnya, karena susu yang dijanjikan sang Ayah tak pernah terbeli.
Tak jarang para Ayah yang terpaksa menggadaikan
keimanannya, menipu rekan sekantor, mendustai atasan
dengan memanipulasi angka-angka, atau berbuat curang di balik meja teman sekerja. Isteri dan anak-anaknya tak pernah tahu dan tak pernah bertanya dari mana uang yang didapat sang Ayah. Halalkah? Karena yang penting teredam sudah gundah hari itu.

Teramat banyak para isteri dan anak-anak yang setia
menunggu kepulangan Ayahnya, hingga larut namun yang ditunggu tak juga kembali. Sementara jauh disana, lelaki yang isteri dan anak-anaknya setia menunggu itu telah babak belur tak berkutik, hancur meregang nyawa, menahan sisa-sisa nafas terakhir setelah dihajar massa yang geram oleh aksi pencopetan yang dilakukannya.

Sekali lagi, ada yang rela menanggung resiko ini demi segenggam gundah yang mesti ia tuntaskan.

Sungguh, diantara sekian banyak Ayah itu, saya teramat salut dengan sebagian Ayah lain yang tetap sabar menggenggam gundahnya, membawanya kembali ke rumah, menyertakannya dalam mimpi, mengadukannya dalam setiap sujud panjangnya di pertengahan malam, hingga membawanya kembali bersama pagi. Berharap ada rezeki yang Allah berikan hari itu, agar tuntas satu persatu gundah yang masih ia genggam.

Ayah yang ini, masih percaya bahwa Allah takkan membiarkan hamba-Nya berada dalam kekufuran akibat gundah-gundah yang tak pernah usai.
Ayah ini meyakini bahwa Allah tidak akan menguji seorang hamba kecuali sebatas hamba tersebut mampu memikulnya, dan Ia selalu berprasangka baik kepada Allah dengan meyakini bahwa tiada cobaan yang tidak berakhir dan Jalan keluar selalu akan datang kepada hamba-hamba yang hanya bersandar pada pertolongan dan kasih sayangNYA semata.
Para Ayah ini, yang akan menyelesaikan semua gundahnya tanpa harus menciptakan gundah baru bagi keluarganya.

Karena ia takkan menuntaskan gundahnya dengan tali
gantungan, atau dengan tangan berlumur darah, atau berakhir di balik jeruji pengap, atau bahkan membiarkan seseorang tak dikenal membawa kabar buruk tentang dirinya yang hangus dibakar massa setelah tertangkap basah mencopet.

Dan saya, sebagai Ayah, akan tetap menggenggam gundah saya dengan senyum. Saya yakin, Allah suka terhadap orang-orang yang tersenyum dan ringan melangkah di balik semua keluh dan gundahnya.
Semoga.

By : Bayu Gautama

Copas : Fb Abu Aslam

Gambar : google