Sabtu, 11 April 2015

Be optimistic !!

Surat dunia.

3 TIPS SUKSES MENGHADAPI UJIAN NASIONAL

Ujian Nasional ? Menakutkankah ? bagi sebagian besar pelajar indonesia, ternyata ujian nasional masih menjadi momok yang menakutkan. UN atau Ujian Nasional seketika berubah menjadi Ujian Nyeremin, Ujian Nervous, Ujian Nakutin, dll. Namun para pelajar tersebut nampaknya tak perlu khawatir berlebihan lagi, karena kini nilai Ujian Sekolah pun ikut mempengaruhi kelulusan.

Namun Ujian Nasional jika tidak disiasati juga bisa menjadi momok menakutkan. Berikut beberapa hal yang harus kamu persiapkan menghadapi ujian nasional :

1. Niat yang mantap

Niatkan dalam diri mulai saat ini untuk tidak mencontek, ingalah kawan, kita belajar orientasinya bukan sekedar nilai tinggi, tapi ilmu yang kita dapatkan dapat kita amalkan dan bermanfaat untuk orang lain, dengan kata lain, prioritaskan ilmu yang paling utama, karena jika nilai tinggi yang kita prioritaskan maka bukan tidak mungkin kelak cara-cara yang kurang baik yang digunakan untuk mendapatkannya.Tetapi jikalau memang tujuan kita adalah ilmu dan ridho Allah, maka cara yang baik lah pasti yang kan kita tempuh. Tentunya dengan belajar dengan sungguh-sungguhlah yang akan menjadi salah satu jalan kita menghadapi UN.

2. Fisik yang Prima

Fisik yang prima menjadi salah satu hal penting lainnya ketika hendak menghadapi UN. Maka dari itu, mulai dari sekarang biasakan sarapan, karena sarapan adalah hal penting bagi seorang pelajar guna mengarungi aktifitas belajar nya di sekolah.Dan satu kebiasaan yang harus dihilangkan, yaitu BEGADANG. Tidak ada alasan begadang bela-belain belajar, ingat Allah menciptakan malam untuk dijadikan waktu istirahat bagi kita. Lho saya klo gk begadang gk belajar maksimal dong? SALAH BESAR ! kurangi waktu tak bermanfaatmu seperti hang out gk jelas dengan teman-teman, facebookan tak bermanfaat, ataupun game online. Jadi bukan mengurangi waktu belajar, tapi mengurangi waktu yang tak bermanfaat.

3. Persiapan yang Matang

Persiapan yang matang ini salah satunya telah dicantumkan di poin nomor 2 diatas, yakni persiapan fisik, namun kita tidak boleh lupa akan persiapan emosional dan mental. Karena disinilah banyak pelajar yang sebenarnya memiliki kemampuan namun kurang dari sisi emosional dan mental, sehingga tidak siap menghadapi UN. berdasarkan persiapan, ada 3 kriteria pelajar menjelang UN :

1. PTS (Pelajar Terlalu Santai)

Jangan menjadi tipe pelajar PTS !, ini berhaya sahabat, terlalu santai dan terlalu menganngap mudah bisa menjadi sandungan keberhasilan. Hindari Opini yang mengatakan Kelas 1 adaptasi, kelas 2 main-main, kelas 3 Belajar serius. Hindari Opini sesat ini !

2. PTN (Pelajar Terlalu Nervous)

Jangan juga menjadi Pelajar seperti ini ! Terlalu nervous membuat pikiran dan fokus sahabat dalam belajar menjadi buyar. Keep Calm and Keep Study nampaknya harus diterapkan jika sahabat sudah terjerumus kedalam tipe pelajar seperti ini.

3. PKS (Pelajar Kalem Santun)

PKS disini bukan partai ya sahabat KPI . tapi  saja, Jadilah pelajar yang PKS (Pelajar Kalem Santun), pelajar yang senantiasa kalem dan santun ketika UN menghampiri, pelajar yang senantiasa proporsional dalam membagi waktu belajar, waktu istirahat, waktu ibadah, dan waktu untuk keluarga. Dengan Kalem dan Santun seperti inilah kemudian ditambah dengan kekuatan Doa dan Ridho dari orang tua kita, maka Ujian Nasional yang seketika berubah menjadi Ujian Nakutin akan bertransformasi menjadi Ujian Nyenengin karena Insya Allah sahabat akan memasuki dunia baru, baik itu dunia kampus maupun dunia kerja, dan tentunya akan terasa senang melihat kita mengenakan toga dan berfoto bersama dengan orang yang kita Cintai icon smile terus upload deh. Dan dengan PD nya teriak,

"Woii gue lulus cuy!"

Ammiin...

Have a great days!

Kamis, 09 April 2015

Anak Adalah Amanah (A3)

Assalaamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh

Sering kita dengar hal" dibawah ini :

* Jika Anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
* Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
* Jika anak dibesarkan dengan ketakutan,ia belajar gelisah
* Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri
* Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
* Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian
* Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
* Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
* Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
* Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia abelajar menghargai
* Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai
* Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar mengenali tujuan
* Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi,ia belajar kedermawanan
* Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan
* Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
* Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia menemukan cinta dalam kehidupan
* Jika anak dibesarkan dengan ketenteraman, ia belajar berdamai dengan pikiran (Dorothy Law Notle)

Mari kita kombinasikan dengan cara islam^_^

Anak adalah anugerah terindah dalam hidup ini. Ia adalah amal yang akan kita tinggal didunia. Karena satu diantara amalan yang tak akan terputus di dunia ini adalah anak yang sholih dan sholihah. Namun anak sekaligus permata dalam keluarga, yaitu sebuah amanah yang harus dijaga.

Penanaman aqidah yang benar dalam diri anak akan membuahkan akhlak yang baik dalam kehidupannya. Karena buah dari keimanan yang baik adalah akhlakul karimah (Akhlak yang Mulia).

Tanamkan pemahaman Islam yang benar yang sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.
Jauhkan ia dari budaya hedonis barat yang telah menyerang umat muslim dunia. Bekali dia dengan pemahaman ilmu keislam yang benar agar ia bisa menakar mana yang sesuai dengan syariat dan mana yang hanya keabu-abuan atau kemungkaran.
Jauhkan dia dari Ghoswul Fikri (Perang pemikiran) yang telah ditancapkan kaum kapitalis melalui tiga sarana (F3) : Fun (Hiburan), Food (Makanan), Fashion (Pakaian atau cara berbusana atau tata cara bergaya)

Ajari anak dengan hiburan yang benar, kenalkan budaya Islam yang sesuai dengan syariat’nya.
Kenalkan pada syair dan lagu serta music yang benar, yang dihalalkan oleh Islam, yang bisa menumbuhkan ghiroh juangnya untuk tertegaknya Islam,kenalkan pada ilmu dan teknologi yang benar agar ia bisa memakainya untuk kejayaan Islam tak sekedar untuk memenuhi nafsunya.

Ajari mencari dan memakan yang toyyib (baik) dan halal agar ia tak tercampuri barang haram dari proses mencari dan memakannya.
Sehingga kesholihannya terjaga dari barang haram yang tak disangka-sangka. Karena makanan akan membentuk tubuh manusia. Jika bahan pembentuk susunannya toyyib dan halal maka hasilnya pun akan toyyib dan halal, yaitu sebuah tubuh yang mencerminkan kesholihan dan terus bercahaya dimanapun ia berada.

Ajari anak untuk berpakaian sesuai Syari’atnya. Kenalkanlah pakaian yang bisa menutup auratnya.
Bila laki-laki antara pusar dan lututnya…dan bila wanita seluruh tubuhnya kecuali telapak tangan dan mukanya.
Biasakan memakai jilbab untuk anak perempuanmu…karena itu akan menjaga kehormatannya dan gampang untuk dikenali bila telah baligh

Didik ia menjadi pribadi idaman harapan Allah, didik ia
dengan kemandirian dan semangat pengorbanan terhadap agamanya. Agar bilamana Rabb-nya menyeru untuk melaksanakan kewajibannya berjuang menegakkan Syari’atNya ia tak enggan lagi untuk melaksanakannya.

Semoga kita semua bisa menjadi orang tua yang bijaksana dan mendidik anak dengan keikhlasan dan kesabaran karena Allah semata.

♥♥`*•.¸¸.•* (¸.•'´ (¸.•'´*¤* `'•.¸) `'•.¸) `*•.¸¸.•*♥♥

Mari kita jadikan anak-anak kita seperti Abu Bakar Ashidiq yang teguh kejujuran dan keimanannya,
mari kita jadikan anak kita Umar bin Khottob yang tegar dan berani kepada kafir durjana,
Mari kita didik anak kita menjadi Ali bin Abi Tholib yang tangkas akan keahlian perangnya,
Mari kita didik menjadi Usman bin Affan yang rela meninggalkan harta kemewahannya demi keimanannya.
Mari kita didik menjadi Khodijah yang selalu setia dengan pengorbanannya dan keteguhan imannya.
Mari kita didik menjadi Aisyah yang encer otak dan kepiawaiannya, mari kita didik menjadi Fatimah yang bisa menentramkan suaminya, mari kita didik menjadi Asiyah yang bisa menebar kesabaran atas semua takdir hidupnya dan mari kita didik seperti Naila yang sangat setia terhadap suaminya.

♥♥`*•.¸¸.•* (¸.•'´ (¸.•'´*¤* `'•.¸) `'•.¸) `*•.¸¸.•*♥♥

Jadilah Lukman yang selalu berpesan pada anaknya…

”…..Wahai anakku ! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”

Dan kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik kepada)kedua orang tuannya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepadak Ku dan kepada Orang Tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduannya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahu kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

“Wahai anakku ! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan)
seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, Niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Maha Luas dan Maha teliti.

Wahai anakku ! Dan Laksanakanlah Sholat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.

Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.

Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai” (QS. Lukman : 13-19)

“Dan barang siapa berserah diri kepada Allah, sedangkan dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul (tali) yang kokoh. Hanya kepada Allahlah kesudahan segala urusan (QS. Lukman : 22)

♥♥`*•.¸¸.•* (¸.•'´ (¸.•'´*¤* `'•.¸) `'•.¸) `*•.¸¸.•*♥♥

Haruskah Menjadi Cantik?

Pernahkan anda mendengar sebuah ungkapan tentang arti dari kecantikan, bahwa cantik itu tidak harus menyiksa? Kecantikan sejati ada dalam diri dan hati setiap manusia.

Ya, Mungkin itulah pengertian cantik yang sebenernya, banyak orang yang rela menyiksa dirinya demi mendapatkan sebuah predikat cantik dengan cara melakukan operasi plastik berulang kali di seluruh bagian tubuh yang dirasa kurang, atau dengan segala macam perawatan dan obat dengan bahan kimia yang jelas-jelas berbahaya.

Mungkin belakangan ini pengertian cantik sejati telah dikaburkan oleh liberalisasi industi, Industri kosmetik dan perawatan tubuh menggeser pemahaman seseorang tentang arti kecantikan yang sebenarnya, bahwa insan yang cantik adalah yang mempunyai kulit putih dan cerah tidak punya noda hitam ataupun bebas jerawat barang sedikitpun. Semua itu bertujuan untuk kepentingan marketing demi memasarkan produk yang mereka jual

Arti kecantikan sejati tidaklah cukup hanya yang telihat dari penampilan fisik seseorang terlepas apakah orang itu berkulit putih dan cerah ataupun selalu up to date dengan tren fashion terbaru. Tetapi kecantikan sejatinya ada dalam diri setiap manusia, tersimpan dan dibawa sejak lahir, maka tidaklah salah banyak orang yang berkata kecantikan hati dapat mengalahan kecantikan fisik dari seseorang.
Jadi siapapun anda tetap bisa tampil penuh keindahan tanpa harus tersiksa dengan berbagai macam perawatan dan kebutuhan. Mulailah dengan memiliki pengertian di bawah ini :
Tak ada yang sempurna 

Jangan jadikan model sebagai Role Model. Tak ada definisi atau ukuran tertentu mengenai standarisasi kecantikan. Tak perlu bersusah payah untuk meniru gaya mereka karena apa yang mereka lakukan belum tentu cocok untuk anda. Orang yang hanya ikut-ikutan trend fashion tanpa mengerti kebutuhan dan kecocokan dengan dirinya sendiri, tak akan pernah bisa memunculkan pesona dirinya dengan baik.
Jangan terlalu fokus dengan diri sendiri

Saat anda terlalu fokus pada diri sendiri. Anda akan menjadi orang yang terlalu peduli pada hal-hal kecil dan gemar mengkritik diri sendiri. Daripada hanya meributkan diri sendiri, belajarlah mendekati orang lain dan buat mereka merasa menarik diri dan diingini. Dengan lebih memprhatikan orang lain ketimbang diri sendiri. Anda akan menjadi sosok yang lebih menyanangkan. Anda juga akan berhenti menghakinmi diri sendiri, dan rasa percaya diri anda tidak akan terkikis. 
Ubah pola pikir

Berhati-hatilah dengan pikiran buruk tentang diri sendiri. Daripada berpikir ‘tubuhku besar’, ‘pahaku berlemak’, lebih baik ganti pikiran anda dengan kata-kata lebih netral dan positif, seprti ‘tubuhku sehat’ atau, ‘kakiku berotot’. Jangan bosan untuk menggali sisi potsitif dari diri anda. Berpikir positif sangat berguna untuk menjaga mood anda tetap baik. Carri tahu, mengapa orang-orang menyukai anda. Mungkin karena pribadi anda yang hangat dan menarik, mungkin karena kemampuan anda menghargai orang lain. Karakteristik positif semacam ini menjadi daya tarik yang bersifat jangka panjang ketimbang daya tarik hanya diukur dari penampilan fisik. 
Jadi diri sendiri

Saat anda berhenti ‘jaga image’ atau ‘berusaha keras menjadi orang lain’, maka anda akan lebih membuka diri anda apa adanya, sehingga anda akan lebih mudah didekati dan diajak bicara. Karena orang akan mendekati bukan karena seberapa cantiknya anda, tetapi seberapa mudah anda untuk membuka diri untuk didekati.
Jangan takut tua

Jangan pernah takut dengan bertambahnya usia. Setiap usia menyimpan kecantikan dan pesonanya masing-masing.
Bahagia dengan diri sendiri

Orang yang cantik secara fisik belum tentu lebih bahagia dibanding orang yang kurang cantik secara fisik. Kuncinya : perasaan optimis, harapan, hubungan yang saling mengasihi, dan memiliki tujuan hidup, adalah hal-hal yang lebih mempengaruhi kebahagiaan anda ketimbang penampilan fisik semata. 
Kembangkan potensi

Tiap orang diciptakan dengan kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Jadi, daripada hanya memusingkan kelemahan, lebih baik gali potensi diri. Jangan ragu untuk minta masukan teman, kerabat, agar anda lebih menganali kelebihan anda. Jangan malas untuk menambah wawasan. Orang yang cerdas dan luas wawasan akan sealu tanggap dengan hal-hal yang sedang diperbincangkan oleh lawan bicaranya. Intelektualitas menjadi salah satu tolak ukur kecantikan dalam diri yang dimiliki seseorang.  
Cari pengakuan diri

Tiap manusia butuh pengakuan. Namun predikat baik tentu saja tidak semata mengarah pada paras yang ayu atau postur tubuh tinggi dan tegap. Pengakuan lewat prestasi dan kontribusi anda terhadap masyarakat juga bisa membuat orang lain menghormati dan mengakui anda.
Sayangi diri anda

Kesibukan bukan alasan untuk merawat diri, Kalau anda ingin dihargai orang lain, belajarlah menghargai diri sendiri. Tak usah mengenakan pakaian bermerk desainer terkenal untuk tampil fashionable, yang penting bersih dan sesuai situasi dan kondisi. Perawatan tubuh dan kulit tidak perlu memaksakan agar kulit menjadi putih dan cerah, sesuaikan warna kulit anda agar terlihat lebih bersih dan terawat, cobalah dengan mulai memakai perawatan alami, karena ternyata alam telah menyediakan semua yang dibutuhkan oleh tubuh kita. selain itu rawatlah diri dari dalam seperti menjaga pola makan sehat dan olahraga. Orang yang rutin berolahraga pasti lebih bersemangat dan ceria dibanding orang yang tak pernah berolahraga. 
dengan demikian kita harus mengubah mindset dan mengembalikan pengertian cantik sejati yang sebenarnya...

Mengapa pemilik blog ini membahas tentang "Arti Cantik"? Jawabannya karena satu pernyataan dari seorang kakek tua yang menjadi tukang kebun sekolah,

"Cantik bukan hanya terlihat di mata tapi terpancar ketulusan dan keikhlasan membantu sesama."

Dan cantik juga saat kita membahagiakan orang lain dengan akhlak karimah kita. Spesialkan akhlak. Sebelum menspesialkan yang lain.

Salam.
Semoga bisa terus belajar.
 

Rabu, 08 April 2015

Aku Bersyukur...

surat dunia.

"Akan banyak cara Allah yang Ia tunjukan agar kita selalu bersyukur,"

 Bersyukur itu jauh lebih mulia daripada mengeluh tanpa rasa senang sedikitpun.
 Bersyukurlah kamu dengan setiap pemberian Allah. Karena tidak semua insan di dunia ini sadar terhadap apa yang ia peroleh.
 Dan ingatlah tatkala Tuhanmu berjanji kepadamu: sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Aku akan menambah nikmat-Ku kepadamu. Dan jika kamu kufur nikmat maka sesungguhnya azab-Ku amatlah keras.
 Bersyukurlah atas apa yang diberikan oleh Allah karena Allah selalu menguji kesabaran dan usaha umat-Nya.
 Bersyukur membebaskan diri dari belenggu kecemasan atas kesalahan.
 Hidup akan terasa lebih indah jika kita mau bersyukur.
 Bersyukur menyebarkan keimanan dengan benih ikhlas terhadap qadha dan qadar-Nya.
 Jika kita belum memiliki apa yang kita sukai, maka sukailah apa yang kita miliki saat ini. Karena itu adalah sebagian dari syukur kepada-Nya.
 Bersyukur membuat apapun kondisi yang dihadapi adalah istimewa dihadapan-Nya <3
 Siapa yang tidak bersyukur dengan yang sedikit pasti tidak akan bersyukur dengan yang banyak.
 Bersyukur menempa semangat untuk memberdayakan potensi yang telah diberikan oleh-Nya.
 Selalu bersyukur untuk hari ini, esok hari, dan selanjutnya hingga ajal menjemput
 Harus selalu bersyukur dan tidak berkeluh kesah. Dengan demikian perjalanan hidup baru bisa lancar tanpa hambatan.
 Ya Allah, berilah aku kebahagiaan yang cukup untuk membuatku tersenyum. Kebahagiaan yang mampu membuat aku bersyukur kepada-Mu.
 Kenapa kita selalu melihat ke atas, dan tidak pernah melihat ke bawah?. Kenapa saat kita susah kita menyalahkan Tuhan, tetapi ketika saat senang kita lupa pada Tuhan?. Kenapa kita selalu komplain, tapi tidak pernah bersyukur?. Jawabannya terdapat dalam hati.
 Kadang-kadang kita selalu inginkan apa yang kita lihat orang lain dapatkan. Tapi, kita lupa bahwa kita sudah memiliki apa yang Allah berikan. Di balik kekurangan terdapat kelebihan. Maka bersyukurlah selalu.
 Daripada mengeluh lebih baik bersyukur, karena dengan bersyukur dapat melapangkan dada.
 Jadilah orang yang selalu bersyukur dalam kondisi apapun itu.
 Bukan bahagia yang menjadikan kita bersyukur tetapi dengan bersyukur akan menjadikan hidup kita bahagia.
 Syukuri setiap nikmat pemberian-Nya. Karena di balik kesyukuran terdapat pendidikan jiwa.
 Kecemasan tidak akan menghasilkan apapun selain sebuah ketakutan. Hanyalah orang yang terus mengeluh yang tidak akan mengenal kata bersyukur di dalam hidupnya, karena disesaki dengan kesedihan.

Senin, 06 April 2015

Kisah Hasan Basri & tetangga nasrani

Surat Dunia.

KISAH - HASAN BASRI DENGAN TETANGGA NASHRANI
Imam Hasan Al Bashri adalah seorang ulama tabi’in terkemuka di kota Basrah, Irak. Beliau dikenal sebagai ulama yang berjiwa besar dan mengamalkan apa yang beliau ajarkan. Beliau juga dekat dengan rakyat kecil dan dicintai oleh rakyat kecil.

Imam Hasan Al Bashri memiliki seorang tetangga nasrani. Tetangganya ini memiliki kamar kecil untuk kencing di loteng di atas rumahnya. Atap rumah keduanya bersambung menjadi satu. Air kencing dari kamar kecil tetangganya itu merembes dan menetes ke dalam kamar Imam Hasan Al Bashri. Namun beliau sabar dan tidak mempermasalahkan hal itu sama sekali. Beliau menyuruh istrinya meletakkan wadah untuk menadahi tetesan air kencing itu agar tidak mengalir ke mana-mana.

Selama dua puluh tahun hal itu berlangsung dan Imam Hasan Al Bashri tidak membicarakan atau memberitahukan hal itu kepada tetangganya sama sekali. Dia ingin benar-benar mengamalkan sabda Rasulullah SAW. “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tetangganya.”

Suatu hari Imam Hasan Al Bashri sakit. Tetangganya yang nasrani itu datang ke rumahnya menjenguk. Ia merasa aneh melihat ada air menetes dari atas di dalam kamar sang Imam. Ia melihat dengan seksama tetesan air yang terkumpul dalam wadah. Ternyata air kencing. Tetangganya itu langsung mengerti bahwa air kencing itu merembes dari kamar kecilnya yang ia buat di atas loteng rumahnya. Dan yang membuatnya bertambah heran kenapa Imam Hasan Al Bashri tidak bilang padanya.

“Imam, sejak kapan Engkau bersabar atas tetesan air kencing kami ini ?” tanya si Tetangga.

Imam Hasan Al Bashri diam tidak menjawab. Beliau tidak mau membuat tetangganya merasa tidak enak. Namun …

“Imam, katakanlah dengan jujur sejak kapan Engkau bersabar atas tetesan air kencing kami ? Jika tidak kau katakan maka kami akan sangat tidak enak,” desak tetangganya.

“Sejak dua puluh tahun yang lalu,” jawab Imam Hasan Al Bashri dengan suara parau.

“Kenapa kau tidak memberitahuku ?”

“Nabi mengajarkan untuk memuliakan tetangga, Beliau bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tetangganya !”

Seketika itu si Tetangga langsung mengucapkan dua kalimat syahadat. Ia dan seluruh keluarganya masuk Islam.

Minggu, 05 April 2015

You wanna be yourself, HARUS!

"Saya tidak pernah menemukan teman terbaik dalam hidup saya selain diri saya sendiri saat dalam kesendirian"
Henry David Thoreau

Mengejutkan saat mengetahui bahwa hampir setiap manusia takut untuk menjadi kesepian dan sendirian dalam kehidupannya.

Kita semua takut jika kita hidup tanpa pasangan kita.

Kita semua takut jika kita hidup seorang diri, kesepian. 

Kita semua takut jika kita pergi ke suatu tempat baru.

Kita semua takut tidak ada yang akan membantu kita sehingga mungkin kelak kita akan gagal.

Takut akan perasaan kesepian dan kesendirian adalah hal yang manusiawi. Kita semua manusia merasakannya. Seberapapun pintarnya kita menyembunyikan, perasaan tersebut akan tetap bersemayam dalam sanubari kita.

Dan ini kita alami secara umum.

Oleh karena itu tidak heran, facebook begitu populer. Untuk menghindari rasa takut dan kesepian, kita menghabiskan banyak waktu bersosialita di dunia maya.

Sampai akhirnya, bahkan lebih buruk, karena takut kesepian, kita mengakhiri hubungan kita dengan akhirnya memilih pasangan yang sebenarnya tidak cocok dengan kita. Semuanya hanya agar kita bisa bergantung dan tidak sendirian.

Namun, ternyata ada hal lain yang baik tentang menjadi sendiri dan kesepian.

Menjadi sendiri itu sungguh sangatlah besar manfaatnya dan pengaruhnya bagi kita.

Kita, selalu menganggap bahwa menjadi sendiri dan kesepian itu merupakan hal yang buruk dan harus dihindari, namun justru sebaliknya, ada keindahan dibalik menjalani kehidupan sepi. Kita bisa tumbuh dan berkembang dan lebih menyayangi diri kita sendiri.

Duduklah dan diam selama beberapa menit. Lihatlah ke dalam. Bisakah anda menerima diri anda apa adanya? Bisakah anda lihat keindahan dalam diri anda?

Jujur saja, tidak ada yang perlu ditakutkan dari semua kesendirian anda..

Justru ada keindahan dan kebebasan di sana yang patut anda syukuri dan hargai.

Namun, bukankah menakutkan menjelajahi dunia dan kehidupan ini sendirian?

Ya, memang menakutkan, namun jutsru karena itu berlatih menjadi sendiri patut untuk dipelajari.

Anda tersesat dalam sebuah kota yang tidak pernah anda kunjungi? Waktunya anda bertanya dan mencari tahu jalan pulang. Cari stasiun bus atau kereta api terdekat yang akan mendekatkan anda ke rumah anda. Senjatai diri anda dengan keahlian ini..

Tidak tahu bagaimana cara menyelesaikan utang anda? Mulailah dengan membayar utang anda yang terkecil. Jangan sandarkan diri anda kepada orang lain untuk menutupi utang yang sudah anda buat. Hadapi dengan kepercayaan diri dan kemampuan yang anda punya.

Apakah berarti dengan menjadi sendiri anda tidak perlu menjalin suatu hubungan spesial?

Tidak juga. Namun, jika anda sanggup untuk menjalani hidup sendiri dan sudah terbiasa dengan hal itu, maka menjalin hubungan akan menjadi lebih indah. Anda tidak akan dikendalikan oleh pasangan anda. Anda tidak akan pernah tergantung oleh sikap mereka atau perilaku mereka terhadap anda, karena anda mampu berdiri tegak dengan kaki anda sendiri.

Anda butuh orang lain bukan untuk membantu anda, justru sebaliknya.

Anda butuh orang lain agar anda bisa menyalurkan kasih sayang dan cinta anda. Anda tidak butuh orang lain agar mereka mau mendengar keluh kesah anda dan mendengarkan semua masalah anda, namun sebaliknya, untuk membantu meringankan beban mereka, beban pasangan anda.

Jadi, belajarlah untuk hidup dalam kesepian dan kesendirian. Karena hal itu sangat baik bagi jiwa anda.

Bagaimana jika anda telah memiliki pasangan? Belajar menjadi sendiri berarti belajar menyatukan kedua visi yang berbeda, sehingga anda menjadi satu dalam kesendirian.

Cobalah belajar dari sekarang,

Sungguh, sebuah pelajaran yang sangat bermanfaat untuk belajar terbiasa dalam kesepian dan kesendirian..

Semoga bermanfaat,

Hafalan bacaan shalat "sejak dini"

Karena pembelajaran shalat untuk anak usia dini adalah dalam rangka pembiasaan, anda bisa menyediakan sajadah anak yang disukainya agar si anak merasa nyaman, bukan karena kewajiban, maka orang tua dapat melatih anak dengan cara-cara berikut ini :

1.Teladan

Memberikan keteladanan dengan cara mengajak anak melaksanakan shalat berjamaah di rumah. Keteladanan yang baik membawa kesan positif dalam jiwa anak. Orang yang paling banyak diikuti oleh anak dan yang paling kuat menanamkan pengaruhnya ke dalam jiwa anak adalah orang tuanya. Oleh karena itu, Rasulullah saw memerintahkan agar orang tua dapat menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka. Pada tahap awal, keteladanan yang dapat dicontoh anak adalah gerakan-gerakan shalat.

2. Melatih berulang-ulang

Melatih gerakan dan bacaan shalat pada anak usia dini hendaknya dilakukan dengan cara berulang-ulang  Semakin sering anak usia dini mendapatkan stimulasi tentang gerakan shalat, apalagi diiringi dengan pengarahan tentang bagaimana gerakan yang benar secara berulang-ulang maka anak usia dini semakin mampu melakukannya. Begitu juga dengan bacaan shalat. Semakin sering di dengar oleh anak, maka semakin cepat anak hafal bacaan shalat tersebut.

3. Suasana nyaman dan Aman.

Menghadirkan suasana belajar shalat yang memberikan rasa aman dan menyenangkan bagi anak dalam menerima seluruh proses pendidikan shalat yang diselenggarakan saat anak usia dini mengikuti gerakan orang tua dalam shalat, pada tahap awal terkadang bisa mengganggu kekhusukan shalat orang tua. 

Orang tua harus dapat memahami bahwa tindakan anak meniru gerakan orang tua adalah proses belajar, sehingga sekalipun anak dapat mengganggu kekhusukan shalat orang tua, anak tidak boleh dimarahi atau dilarang dekat dengan orang tua saat shalat. Pengarahan tentang bagaimana tata cara shalat yang benar kita ajarkan kepada anak setelah proses shalat berlangsung. 

Dalam tahap lanjut, anak tidak hanya bisa meniru gerakan shalat, tapi juga memiliki kebanggaan untuk menggunakan simbol-simbol islami baik dalam ucapan maupun perilaku dalam shalatnya dan sebagainya. 

4. Tidak Memaksa tapi Tegas Beri Arahan Dengan halus.

Tidak melakukan pemaksaan dalam melatih anak usia dini melakukan shalat. Perkembangan kemampuan anak melakukan gerakan shalat  adalah hasil dari pematangan proses belajar yang diberikan. Pengalaman dan pelatihan akan mempunyai pengaruh pada anak bila dasar-dasar keterampilan atau kemampuan yang diberikan telah mencapai kematangan. 

Kemudian, dengan kemampuan ini, anak dapat mencapai tahapan kemampuan baru yaitu dapat melakukan gerakan shalat sekalipun belum berurutan. Pemaksaan latihan kepada anak sebelum mencapai kematangan akan mengakibatkan kegagalan atau setidaknya ketidakoptimalan hasil.Anak seolah-olah mengalami kemajuan, padahal itu merupakan kemajuan yang semu. Disamping itu, latihan yang gagal dapat menimbulkan kekecewaan pada anak atau rasa ”tidak suka” pada kegiatan yang dilatihkan. Dengan demikian, saat anak usia dini tidak bersedia diajak shalat bersama, maka orang tua tidak harus memaksakan anak.

5. Tidak membanding-bandingkan

Secara fisik, semakin bertambah usia anak maka semakin mampu melakukan gerakan - gerakan motorik dari yang sederhana sampai yang komplek. Namun perlu diperhatikan adanya keunikan setiap anak. Bisa jadi tahapan perkembangan gerakan motorik antara anak pertama lebih cepat dibandingkan anak kedua. 

Oleh karenanya, penting bagi orang tua untuk memperhatikan perkembangan seseorang, dan tidak membanding-bandingkan dengan sang kakak atau anak yang lain yang seusia dengan anak. Bisa jadi sang anak lebih cepat bisa mencontoh gerakan shalat dibandingkan dengan sang adik. 
Dalam kondisi ini orang tua tidak boleh langsung menilai bahwa sang adik tidak pintar seperti sang kakak. Setiap anak harus mendapatkan perhatian dari orang tua hingga muncul penghargaan atas diri anak dan antar sesama anak.

Semoga bermanfaat bunda dan ajarkan anak kita menjadi insan yang terpuji soleh soleha dunia akhirat....amin